Wabah diare yang menyerang kepulauan Raas tersebut diduga dampak dari kekeringan yang melanda 9 desa yang cukup panjang dan minimnya sarana, prasarana kesehatan serta lemahnya kesadaran warga dalam memperhatikan kesehatan lingkungan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep dr Susiyanto mengatakan, menangani pasien diare telah disiagakan 3 posko kesehatan yakni di Pulau Tonduk, Pulau Raas dan Desa Ketupat. Posko itu dilengkapi berbagai macam alat kesehatan dan petugas profesional.
"Obat dan tenaga medis telah dikerahkan ke Pulau Raas. Jadi, kasus diare yang menyerang 9 desa itu jangan sampai menelan korban jiwa," ujar Susiyanto kepada detiksurabaya.com di kantornya, Jalan dr Soetomo, Sumenep, Senin (3/11/2008).
Menurut dia, sejak awal tahun 2008 ini, warga Kepulauan Raas yang datang ke puskesmas karena penyakit diare terus meningkat. Setiap bulannya di atas 80 anak dan dewasa. Dan pada awal bulan November angkanya naik drastis dan lebih 100 pasien diare yang dirawat.
Tingginya kasus diare saat ini, selain minimnya sarana dan prasarana yang menunjang kesehatan masyarakat juga kekeringan yang berkepanjangan salah satu faktor rendahnya kesehatan di pulau.
Dia mengaku berusaha maksimal dengan penanganan kasus diare yang melanda Kepulauan Raas. Kasus diare yang pernah melanda Pulau Gili Raja dan menelan korban jiwa hingga 3 orang dan dinyatakan KLB pada tahun 2007 lalu, jangan sampai terjadi lagi tahun 2008 ini.
Sementara Camat Raas, Fatah Semani mengatakan, diare banyak menyerang anak usia sekolah. Sedangkan orang dewasa lebih sedikit.
Upaya yang dilakukan muspika dan petugas kesehatan setempat untuk mengatasi mewabahnya menyakit diare, selain memberi pemahaman hidup sehat pada masyarakat dengan cara mengumumkan melalui pengeras suara di musalla-musalla juga petugas kesehatan blusukan ke rumah-rumah warga.
"Saya bersama perangkat yang lain dan dari petugas kesehatan telah keluar masuk kampung agar warga lebih sadar dalam menjaga hidup sehat sekaligus memantau langsung warga yang terjangkit diare. Jangan sampai ada korban," kata Fatah. (fat/fat)










































