Wartawan 'Sweeping' Pekuburan di Kampung Amrozi

Wartawan 'Sweeping' Pekuburan di Kampung Amrozi

- detikNews
Jumat, 31 Okt 2008 11:58 WIB
Wartawan Sweeping Pekuburan di Kampung Amrozi
Lamongan - Pelaksanaan eksekusi terpidana mati Amrozi Cs masih misteri. Namun toh, kampung halaman Amrozy dan Ali Imron alias Muklas di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan sudah dibanjiri wartawan yang ingin meliput pemakamannya.

Pengamatan detiksurabaya.com, Jumat (31/10/2008) siang, berbagai wartawan media elektronik maupun cetak mulai berdatangan sejak pagi, bahkan ada wartawan yang menginap sejak kemarin.

Kampung yang biasanya tenang itu pun berubah. Kendaraan kru media lalu lalang. Bahkan beberapa krus stasiun tv swasta nasional juga sudah menyiapkan beberapa mobil satelitnya. Tentunya peralatan untuk siaran langsung milik televisi ini menjadi pusat perhatian warga setempat.

Pengamanan di desa terpidana mati Bom Bali I ini juga tak ada yang mencolok. Tidak terlihat petugas keamanan berpakaian dinas. Kalau pun ada, mereka berpakaian preman.

Wartawan juga terus mengendus informasi lokasi Amrozi dan Muklas akan dimakamkan. Sejumlah lokasi pemakaman pun diubek-ubek. Wartawan sempat menemukan keanehan di TPU Tenggulun.

Di pemakaman itu, terdapar dua lubang yang sudah digali berkedalaman sekitar 1 meter, jaraknya terpisah beberapa meter.

Diduga dua lubang itu dipersiapan untuk lokasi makam dua terpidana mati tersebut. Namun tak satupun yang mengakui jika lubang itu dipersiapkan untuk pemakaman 2 pelaku bom Bali itu.

"Kulo mboten ngertos teng pundi bade dikubur (Saya tidak tahu dimana akan dikubur)," kata seorang warga. Seorang pria yang mengaku sebagai penjaga makam juga menepis dugaan wartawan.

"Itu dulu bekas galian seminggu lalu. Saat itu ada yang meninggal, namun saat digali ternyata banyak batunya lalu pindah dan dilubang berikutnya ada batunya juga. Jadi dua lubang itu gak dipakai," katanya dengan Bahasa Jawa.

Meski sudah mendapat keterangan dari sang juru kunci, namun para wartawan tak percaya begitu saja. "Bisa jadi lubang itu sebagai persiapan awal," bisik seorang wartawan media cetak.

Keluarga Tertutup


Wartawan juga gagal memperoleh akses informasi dari keluarga Amrozi. Rumah kediaman keluarganya kini pintunya tertutup dan sulit untuk ditemui eleh para wartawan.

Kakak Amrozi, Ustadz Khozin ketika ditemui wartawan hanya mengatakan permintaan maaf nya karena tidak bisa menemui wartawan. "Saya minta maaf tidak bisa memberikan keterangan seperti biasanya," terang Khozin.

Khozin mengatakan sampai saat ini belum ada keterangan apa-apa dan belum ada perkembangan kapan pelaksanaan eksekusi. (gik/gik)
Berita Terkait