Selebaran Palsu Kiai Cabut Dukungan ke KarSa Beredar

Pilgub Jatim Putaran II

Selebaran Palsu Kiai Cabut Dukungan ke KarSa Beredar

- detikNews
Kamis, 30 Okt 2008 11:32 WIB
Selebaran Palsu Kiai Cabut Dukungan ke KarSa Beredar
Kediri - 4 hari jelang pemilihan gubernur Jatim putaran kedua, aksi black campaign atau kampanye hitam dengan menjatuhkan pasangan Soekarwo dan Saifullah Yusuf (KarSa), terjadi di Kota Kediri. Selebaran tausiyah ratusan kiai di Jawa Timur, yang berisi dukungan ke KarSa dipalsukan.

Selebaran palsu tausiyah kiai awalnya ditemukan di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo. Selebaran itu dibagikan di rumah-rumah kiai dan kamar santri.

"Ini pertama kali kami ketahui tanggal 28 Oktober kemarin. Semua kiai yang berada di keluarga besar Lirboyo menerimanya, termasuk dengan santrinya," kata Pengasuh Ponpes Lirboyo, KH.Idriz Marzuki dalam jumpa pers di kediamannya, Jalan KH.Abdul Karim, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Kamis (30/10/2008).

Kiai kharismatik yang akrab disapa Mbah Idris tersebut menjelaskan, dalam tausiyah palsu tersebut terdapat beberapa perbedaan yang sangat mencolok dengan aslinya. Antara lain pada penulisan judul, isi seruan dan tanggal penetapan waktu tausiyah.

"Judulnya jelas beda. Isinya juga sangat jelas, karena di sini mengajak warga NU netral dan para kiai disebutkan telah mencabut dukungannya ke KarSa. Itu semua tidak benar," jelas Mbah Idris yang juga dikenal sebagai pendukung KarSa ini.

Atas beredarnya tausiyah palsu tersebut, Mbah Idris meminta masyarakat terutama kalangan santri dan alumni pondok pesantren se-Jawa Timur untuk tidak mempercayainya.

"Kalau boleh saya bercerita, tausiyah ini dibuat sejak tanggal 20 Agustus. Sedangkan yang palsu ditulis 27 Oktober, yang berarti itu juga palsu. Sekali lagi saya serukan, agar santri dan alumni pondok pesantren tidak mempercayainya," tegas Mbah Idris.

Ketika ditanya mengenai pelaku yang menyebarkan tausiyah palsu tersebut, Mbah Idris menyebut nama Abu Anas Abdullah Abubakar. Dia oleh Mbah Idris disebut karena selama ini seringkali mengirimkan surat ataupun SMS ke beberapa kiai dengan menjelek-jelekkan pasangan KarSa.

"Dia mengaku santri alumni Lirboyo, padahal kami tidak pernah memiliki santru ataupun alumni yang namanya seperti itu. Kalau tidak percaya silahkan dicek di stambook pondok, karena sejak tahun 1956 memamng tidak ada santri yang namanya Abu Anas Abdullah Abubakar," tegas Mbah Idris.

Mbah Idris dalam kesempatan tersebut juga mengatakan, pihaknya dan seluruh jajaran pondok pesantren se-Jawa Timur saat ini masih berupaya melakukan pencarian terhadap sosok Abu Anas Abdullah Abubakar. Namun tidak disebutkan secara pasti, sanksi apa yang akan diberikan apabila yang bersangkutan berhasil ditemukan.

Siapa kandidat terkuat pilihan Anda? Anda bisa menentukannya lewat Polling Pilgub Jatim berhadiah 2 laptop! (gik/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini