"Saya kira bukan bom ikan. Dugaan kuat adalah molotov karena bau bensin cukup menyengat sampai sekarang," kata Imam Nahrowi yang dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (30/10/2008).
Meski tidak menimbulkan kerusakan, namun aksi teror yang terjadi pagi buta ini sempat membuat kaget istri dan 5 anaknya yang sedang tidur.
"Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa pada keluarga. Tetapi ini aksi-aksi semacam ini patut dikutuk," kata Imam Nahrowi. Pukul 09.00 WIB, di halaman garasi Imam Nahrowi yang menjadi sasaran molotov itu sudah bersih.
"Semua sudah dibawa polisi untuk barang bukti. Tapi bau bensin masih tercium sampai sekarang," kata Imam. Imam sendiri ketika mendapat kabar rumahnya di Kedung Cangkring, Jabon Sidoarjo itu dibom langsung berangkat dari Jakarta menuju Surabaya.
(gik/gik)










































