Bila sebelumnya hanya ribuan santri Pondok Pesantren Salafiyah Safiiyah Situbondo pimpinan KHR Fawaid As'ad, kini jumlah massa makin bertambah dengan bergabungnya warga dan mahasiswa.
Bahkan dari pantauan detiksurabaya.com pukul 10.15 WIB, massa mendirikan sebuah tenda untuk berorasi. Dan memasang patung mirip wajah Bupati Ismunarso yang terbuat dari jerami.
Salah satu orator mengatakan, massa akan tetap bertahan hingga Ismunarso yang diduga melakukan korupsi dana kas kabupaten atau disebut kasgate senilai Rp 45,750 miliar datang ke lokasi.
"Kami akan melakukan peradilan rakyat. Karena proses hukum kita macet. Marilah kita semua menghormati KH Fawaid dengan tetap bertahan di sini," teriak orator yang disambut sorak sorak massa yang mendengar.
Massa bersikukuh akan tetap bertahan hingga bupati dicopot atau ditahan polisi. Bahkan mereka mengancam bila tuntutan mereka tidak dipenuhi akan memotong pohon-pohon di pinggir jalan. Hal itu terlihat beberapa gergaji mesin yang disembunyikan di sekitar massa.
"Untuk melancarkan arus kendaraan khususnya mobil pribadi, lalu lintas kita arahkan menuju Bondowoso, Jember hingga Banyuwangi. Begitu juga sebaliknya," kata Kasatlantas Polres Situbondo AKP Ronny Edy Yusuf kepada detiksurabaya.com di lokasi.
Pihaknya, jelas dia, telah menempatkan beberapa personel di tiap perempatan jalan untuk mengatur parkir truk-truk Banyuwangi.
Sebelumnya, massa usai salat shubuh berjamaah menggelar istighosah dan membaca surat yasin. Imbas dari blokade jalan ini, menyebabkan menumpuknya ratusan truk di kawasan jalan protokol Kota Situbondo. Sebagian besar truk yang membawa kontainer, alat berat dan elektronik itu menuju ke Bali. Akibatnya arus lalu lintas padat merambat.
Jalan-jalan yang mengalami kepadatan itu diantaranya di Alun-Alun Kota Situbondo, Jalan Ahmad Jakfar, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Argopuro dan Jalan Diponegoro. (fat/fat)










































