Tidak terima dengan perlakuan bejat perangkat desa itu, Menik beserta keluarganya melapokan kasus pencabulan itu ke Mapolres Malang, Selasa (28/20/2008).
Kini kasus asusila ini masih ditangani Unit PPA Polres Malang dengan memintakan visum dokter,erta meminta keterangan korban dan saksi.
Kasatreskrim Polres Malang AKP Sunardi Riyono saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya laporan ini. Namun kasus ini masih dalam penyelidikan anggotanya.
"Kita masih selidiki. Korban melaporkan pelaku karena telah melakukan pencabulan," ujar Sunardi kepada detiksurabaya.com di ruangannya.
Peristiwa memalukan bagi Menik dan keluarganya itu menurut Sunardi berawal saat pelaku datang ke rumah korban dua hari lalu. Kebetulan saat itu rumah korban dalam keadaan sepi.
Saat itu pelaku datang ke rumah korban beralasan mencari kakak kandung Menik. Namun kedatangan pelaku yang disambut dengan baik itu malah berbuah petaka.
"Dia langsung pegang tangan Menik dan menyeretnya ke kamar," jelas Sunardi seperti yang dikatakan Menik ke petugas PPA.
Tak berhenti sampai disitu. Pelaku yang diduga telah dikuasai nafsu ini kemudian menelanjangi korban di kamar. Bahkan cerita Menik, di dalam kamar pelaku sempat -maaf- meremas buah dadanya, saat pakaiannya dilucuti
Beruntung tambah Sunardi, peristiwa memalukan itu terhenti setelah terpergok Gabriel (3), adik korban yang langsung berteriak saat melihat ada orang tak dikenal di kamar kakaknya. "Akibat teriakan itu, pelaku kabur menyelamatkan diri," ujat Sunardi. (bdh/bdh)











































