Hari Sumpah Pemuda di Sumenep Diwarnai Unjuk Rasa

Hari Sumpah Pemuda di Sumenep Diwarnai Unjuk Rasa

- detikNews
Selasa, 28 Okt 2008 11:10 WIB
Sumenep - Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa dan karyawan perusahaan pers mewarnai peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober di Kabupaten Sumenep, Madura.

Aksi unjuk rasa ini digelar di taman kota, Jalan Trunojoyo dan di depan kantor RRI Sumenep, Selasa (28/10/2008).

Aksi pertama dilakukan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumenep. Mereka menilai, globalisasi yang merupakan simbol new kolonialisme telah mereduksi idealisme Pemuda. Mereka telah tercemar dengan perilaku pasif dan cenderung pragmatis, mahasiswa tidak lagi mempunyai kemampuan mengawal perubahan.

Maka dengan momentum hari Sumpah Pemuda yang sudah berusia 80 tahun, hendaknya dapat mengambil hikmah, sehingga pemuda dan mahasiswa mempunyai kemampuan untuk bangkit dan membangun bangsa dan negara sesuai dengan cita-cita Proklamasi dan Undang-Undang Dasar 1945.

Berbeda dengan gelombang aksi berikutnya. Ratusan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan BEM Se Sumenep menilai pemerintah tidak respon dengan pemuda saat ini. Terutama Pemkab Sumenep yang tidak pernah membuat program yang berhubungan langsung dengan pemuda.

"Pemkab Sumenep, tidak lagi peduli dengan pemuda. Selama ini, hanya hidup dengan perilaku korupsi. Hari ini, kami menuntut hak pada pemerintah," tegas Koorlap aksi PMII Cabang Kabupaten Sumenep, Muhri Zain saat berorasi di depan taman kota Sumenep, Jalan Trunojoyo.

Selain membawa berbagai macam poster, mereka juga membawa spanduk bertuliskan kecaman terhadap kebijakan pemerintah. Tak puas berorasi, mereka melanjutkan aksi di depan kantor DPRD Sumenep, Jalan Trunojoyo, sambil membawa keranda mayat sebagai lambang kematian kebijakan terhadap pemuda Sumenep.

Di kantor DPRD, pengunjuk rasa kecewa. Sebab, tak satupun anggota DPRD yang mau menemui mereka. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mendatangi kantor Pemkab Sumenep, di Jalan dr Cipto.

Sementara, Reporter RRI dan puluhan karyawan media publik ini, juga memperingati hari sumpah pemuda dengan gerakan sejuta tanda tangan untuk Bung Tomo. Gerakan pengumpulan tanda tangan tersebut dilakukan serentak oleh karyawan RRI di Jawa Timur meliputi, RRI Malang, Jember, Madiun dan Sumenep.

Aksi tersebut mendesak pemerintah agar Bung Tomo ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional. Sebab, gerakan Bung Tomo dalam memperjuangkan kemerdekaan sangat jelas dan membekas di seluruh masyarakat Jawa Timur.

Kepala RRI Sumenep Ariyanti Retno Astuti mengatakan, para karyawan RRI sengaja memperingati hari Sumpah Pemuda dengan cara mengumpulkan tanda tangan untuk mengusulkan Bung Tomo jadi Pahlawan Nasional. "Saya harap, pada 10 Nopember mendatang, Bung Tomo sudah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional," tegas Retno pada detiksurabaya.com. (bdh/bdh)
Berita Terkait