Pemukulan yang dilakukan Cristian Gonzales terjadi beberapa saat seusai wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Tanpa diketahui sebabnya, pemain asal Uruguay tersebut mendatangi Erwinsyah dan langsung mendaratkan pukulan pada bagian wajah korbannya.
"Saya sedang berbincang dengan Legimin (Raharjo) dan Usep (Munandar), tapi tiba-tiba dia datang dan memukul bawah mata saya ini. Lihat ini bengkak kan," ujar Erwinsyah saat ditemui detiksport di ruang medis Stadion Brawijaya. Saat itu ia tengah mendapatkan perawatan dari tim medis. Akibat pemukulan tersebut, pelupuk mata sebelah kanan Erwinsyah tampak robek sekitar 1 cm. Selain itu, bagian alis matanya juga tampak bengkak dan lebam.
Menyikapi pemukulan tersebut, asisten pelatih PSMS Medan Rudi Saari berkomentar pedas. "Pulangkan saja dia, pemain asing malah merusak kompetisi," teriaknya disela-sela menunggui anak asuhnya dalam perawatan tim medis.
Hal serupa juga diutarakan Sihar PH Sitorus selaku Manajer PSMS Medan. Menurutnya, sebagai pemain asing Cristian Gonzales telah memberikan contoh buruk dalam penerapan fair play di kompetisi sepakbola Indonesia.
"Itukah contoh yang diberikan seorang pemain mahal seperti dia. Kenapa BLI dan PSSI masih mengijinkan pemain-pemain seperti itu beredar?" ujar Sihar tegas.
Atas tindakan tidak sportif Cristian Gonzales, Sihar berencana melaporkan kejadian tersebut ke Komisi Disiplin PSSI. "Kita tunggu hasil pemeriksaan tim medis. Setelah
itu kita pasti akan laporkan hal ini, karena kami juga ingin menjaga kehormatan pemain kami," tegas Sihar.
Menyikapi sikap tidak sportif pemainnya, Iwan Boedianto selaku Manajer Persik Kediri berusaha bijak. Dia mengaku belum bisa mengambil tindakan, dan akan mengikuti alur kejadian yang terjadi.
"Jujur saya tadi tidak melihat kejadiannya. Apapaun itu kami belum bisa mengambil tindakan, dan akan mencari kebenaran ceritanya terlebih dahulu. Kalau memang kami
harus dihukum, tentunta jika salah kami akan menerimanya," ujar Iwan Boedianto.
Pertandingan yang berlangsung Senin (27/10/2008) itu sendiri berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Persik. Sebelumnya, sempat terjadi kericuhan seusai laga ketika Persikmania berusaha melempari wasit Suprihatin. Sang wasit dinilai tidak memimpin pertandingan dengan baik sehingga ia menyulut kemarahan dari pihak suporter.
Ia pun harus mendapat kawalan dari pihak keamanan untuk bisa meninggalkan lapangan.
(bdh/bdh)











































