Kemenangan Persik Kediri atas tamunya PSMS Medan dinodai oleh aksi Persikmania yang mengamuk usai pertandingan. Akibat tindakan tersebut, pemain dan offisial PSMS Medan sempat tertahan 1 jam dalam stadion.
Kemarahan Persikmania dipicu oleh kepemimpinan wasit Suprihatin yang dianggap merugikan Persik Kediri. Puncak dari kemarahan tersebut, Hendri Ego yang dikenal
sebagai Ketua Forum Komunikasi Suporter Persik berusaha mengejar sang wasit seusai pertandingan. Beruntung, beberapa aparat kepolisian dengan sigap berhasil melindungi wasit asal Jawa Tengah tersebut, hingga menghindarkannya dari amukan massa.
Seluruh pemain dan offisial PSMS Medan baru dapat dievakuasi dari lapangan untuk beranjak menuju ruang ganti setelah puluhan aparat kepolisian memagarinya dengan
tameng dari lemparan Persikmania yang tetap bertahan di tribun penonton.
Menyikapi aksi anarkis Persikmania, Iwan Boedianto selaku Manajer Persik mengaku sangat kecewa. Namun dia dapat memaklumi kemarahan suporter karena juga menganggap kepemimpinan wasit sangat buruk.
"Sudah 16 laga saya segan mengomentari kepemimpinan wasit, tapi tidak untuk malam ini. Sebagai tuan rumah kami sangat dan sangat dirugikan," kata Iwan dalam jumpa pers seusai pertandingan, Senin (27/10/2008).
Komentar tak kalah pedas mengenai kepemimpinan wasit juga dilontarkan pelatih Persik Arcan Iurie Anatolievici. Menurutnya, kompetisi di Indonesia tidak akan maju jika wasit sebagai pengadil di tengah lapangan tidak memperbaiki kinerjanya.
"Timku bermain bagus, begitu juga dengan tim lawan. Tapi semua tak berguna karena wasit bertugas sangat buruk," tegas Arcan.
Yang kecewa dengan kepemimpinan wasit ternyata bukan hanya pihak Persik saja, PSMS Medan juga memberikan penilaian buruk kepada wasit. Mereka merasa kemenangan yang sudah didepan mata direbut oleh kepemimpinan wasit.
"Benar kata Mas Iwan, wasit malam ini sangat buruk dalam bertugas. Persik sebagai tuan rumah ataupun kami sebagai tamu sama-sama dirugikan, karena wasit ngawur dalam memimpin pertandingan," ujar Manajer PSMS Medan Sihar. PH. Sitorus.
Sedangkan pelatih PSMS Medan Eric Williams menilai bahwa wasit di Indonesia tak pernah mengoreksi penampilannya sehabis memimpin sebuah pertandingan. Hal inilah yang kemudian membuat masalah-masalah yang berkaitan dengan wasit terus bermunculan.
"Di Inggris wasit selalu dikoreksi penampilannya seusai memimpin pertandingan, kenapa di Indonesia hal itu tidak dilakukan. Saya lihat, BLI dengan gampangnya
menugaskan seorang wasit, tanpa pernah mengoreksi kinerjanya," ujar Eric ketus.
(bdh/bdh)











































