Sebagai tuan rumah, anak-anak "macan putih" berusaha mengambil inisiatif serangan. Melalui tiga penyerang yang dipasang secara bersamaan, yaitu Cristian Gonzales, Budi Sudarsono dan Saktiawan Sinaga, Persik beberapa kali berhasil mengancam gawang PSMS yang dikawal Galih Sudaryono. Namun, buruknya komunikasi dan penyelesaian akhir membuat beberapa ancaman tersebut tak berbuah gol.
Justru PSMS Medan yang mengendalkan serangan balik unggul terlebih dahulu pada menit ke 42. Kapten kesebelasan Afan Lubis yang bebas membawa bola dari tengah lapangan melepaskan tendangan spekulasi, yang bersarang di pojok kanan gawang Markus Horison. Gol tersebut sekaligus menutup babak pertama dengan skor 0-1.
Memasuki babak kedua, Persik berusaha bangkit dengan melakukan serangan secara bertubi-tubi. Namun usaha tersebut kembali kandas setelah komunikasi antara pemain tak kunjung menunjukkan perbaikan.
Persik baru dapat menyamakan kedudukan pada menit ke 72, melalui Cristian Gonzales yang dengan cepat menyambar bola muntah tangkapan Galih Sudaryono.
Berhasil menyamakan kedudukan, semangat meraih kemenangan anak-anak macan putih kembali tersulut. Serangan bertubi-tubi terus dilancarkan. Tetapi, barisan pertahanan PSMS Medan yang dimotori oleh Patricio Jimenes bermain sangat baik, hingga berhasil mengkandaskan serangan Persik.
Gol kemenangan Persik baru tercipta pada menit ke 90. Kontrol bola yang buruk dariĀ Oktoviani Maniani berhasil dimanfaatkan oleh Agus Susanto untuk menyerobotnya, yang lantas mengirimkan umpan lambung jauh, yang langsung disambar Cristian Gonzales dengan tandukan untuk merobek gawang PSMS Medan.
Gol dari Cristian Gonzales sekaligus menutup babak kedua, untuk kemenangan Persik Kediri. Gol tersebut sekaligus membawanya menjadi pencetak gol terbanyak sementara dengan torehan 13 gol. (bdh/bdh)











































