Lima kecamatan di Kabupaten Ngawi itu yakni Kecamatan Geneng, Kedung Galar, Pitu, Paron dan Ngawi Kota. Sementara korban yang tewas yakni Nur Handayani (9) warga Desa Gereh Kecamatan Geneng tersambar petir dan mengalami luka bakar pada bagian dada, kaki dan punggung.
Kusno, salah satu keluarga korban menjelaskan saat terjadi puting beliung dan hujan deras semalam, Kamis (23/10/2008), korban bersama ibunya, Suyatmi dan kakaknya, Wahyu Utomo keluar rumah. Pasalnya, dikhawatirkan terjangan angin itu justru merobohkan rumahnya.
Namun naas saat berteduh di bawah pohon, tiba-tiba petir menyambar dan menyambar antena teve di atas kepalanya. Rupanya arus listrik tegangan tinggi mengalir ke bawah menyambar ketiganya.
"Petir sangat keras semalam. Kita semua panik keluar rumah takut kerobohan rumah. E kok malah kesambar petir," jelas Kusno.
Sementara korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit dan mengalami luka bakar yakni ibu dan kakak korban. Sedangkan, jenasah Nur Handayani telah dimakamkan siang ini di pemakaman umum desa setempat.
Selain menyebabkan tewas, kejadian ini mengakibatkan listrik padam. warga saat itu hanya menggunakan lilin dan penerangan seadanya. Sedangkan jalur lalu lintas Jawa Timur-Jawa Barat terputus selama tiga jam lebih, karena puluhan pohon tumbang di tengah jalan.
Hingga siang ini petugas dibantu warga setempat masih menyingkirkan puluhan batang pohon yang menutupi jalan desa di Desa Mantingan Kecamatan Kedung Galar.
Kepala bidang kesiagaan Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Ngawi, Suwito mengatakan pemerintah Kabupaten Ngawi sedang mendata korban yang berhak menerima bantuan. Bahkan warga diberi bantuan sembako.
"Kita masih menunggu laporan dari para camat, untuk menyalurkan bantuan bahan bangunan," jelas Suwito. (fat/fat)











































