Tewaskan 3 Orang, Sumur Maut Diamuk Massa

Tewaskan 3 Orang, Sumur Maut Diamuk Massa

- detikNews
Jumat, 24 Okt 2008 09:59 WIB
Pamekasan - Imbas tewasnya tiga orang di dasar sumur maut yang diduga mengeluarkan gas monoksida, membuat emosi warga Desa Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Madura tak terbendung.

Puluhan massa tampak merusak sumur maut milik Saiful, usai salat shubuh, Jumat (24/10/2008). Massa bergerak menuju lokasi sumur di tengah sawah Dusun Torbalan, Desa Larangan Slampar. Serentak, massa merusak sumur dengana membuang sejumlah potongan batang bambu, batang pohon mangga, bebatuan dan tanah. Puas merusak sumur, massa pulang ke rumahnya masing-masing.

Emosi massa tak terkendalikan, setelah sebelumnya tiga orang tewas di dasar sumur, Kamis (23/10/2008) sore. Ketiganya yakni Sukarji (50), warga Desa Tarokan, Junaidi (30) dan Suwardi (35) warga Desa Larangan Slampar, yang juga kakak-adik.

Sementara pemilik sumur Saiful dan keluarganya dikabarkan mengungsi ke kerabatnya yang tinggal di Kota Pamekasan. Saiful mengungsi untuk menyelamatkan diri dari amukan massa yang masih emosi. Sementara suasana Desa Larangan Slampar hingga kini masih tampak tegang.

Salah seorang warga yang ditemui di lokasi, Munir Ahmad menuturkan, musibah sumur maut berawal dari niat untuk menguras sumur menjelang musim tanam padi. Saiful lantas memberi upah kepada Sukarji agar menguras sumurnya. Lepas ashar, Sukarji mulai menguras sumur dengan mesin pompa. Awalnya, kegiatan menguras sumur berjalan aman dan lancar.

Tak lama berselang, Sukarji terpeleset dan jatuh ke dasar sumur sedalam 10 meter itu. Sukarji berteriak-teriak minta tolong. Junaidi yang berdiri di teras rumahnya yang berjarak 150 meter dari sumur lantas berlari mendatangi asal suara.

Junaidi akhirnya menolong Sukarji, Namun, Junaidi lama tak muncul dari sumur. Akhirnya, Suwardi, kakak Junaidi menyusul ke lokasi sumur. "Melihat adiknya dan Sukarji pingsan di dalam sumur, Suwardi nekad menuruni sumur. Ternyata, ketiganya tewas bersama di dasar sumur," jelas Munir menceritakan kronologis musibah sumur maut itu.

Tewasnya ketiga orang itu, akhirnya menggegerkan warga Desa Larangan Slampar. Beberapa warga berniat menolong ketiga korban, namun dilarang oleh warga yang lain. Warga menduga dasar sumur mengandung gas monoksida yang akhirnya menewaskan ketiga korban.

Untuk membuktikan adanya gas monoksida itu, Kepala Dusun Torbalan, Murdani membawa seekor ayam berwarna hitam ke arah sumur. Kaki ayam diikat dengan tampar plastik, lalu dimasukkan ke dasar sumur. Murdani membiarkan ayam di dasar sumur selama seperempat jam. "Ternyata, ayam itupun mati lemas," terang Murdani.

Karena membahayakan jiwa, akhirnya Murdani melapor ke sejumlah aparat Polsek Tlanakan. Akhirnya, polisi mengontak Tim SAR Kompi 3 Brimob Polda Jatim yang bermarkas di Jalan Raya Nyalaran, Kota Pamekasan. Kamis malam itu juga, Tim SAR mengevakuasi korban sumur maut.

Dipimpin Ipda Dadang dan 8 anggota Tim SAR Kompi 3 Brimob Polda Jatim, akhirnya mengevakuasi ketiga korban. Dengan peralatan tabung gas oksigen dan masker di wajah, Brigadir Polisi Suroso menuruni dasar sumur.

Suwardi merupakan korban pertama yang dievakuasi. Lalu Junaidi dan kemudian Sukarji. Ketiganya lalu divisum di Puskesmas Tlanakan. Setelah divisum, ketiga korban dibawa ke rumahnya masing-masing. Sukarji dibawa ke Desa Tarokan yang berjarak 4 km dari lokasi sumur maut. Kamis malam itu juga, jenazah Junaidi dan Suwardi dimakamkan secara berdampingan. (fat/fat)
Berita Terkait