mobil di Dusun Klitik rata dengan tanah. Sedangkan mobil di dalamnya ringsek.
Selain itu, 5 rumah dilaporkan rusak berat dan puluhan lainnya rusak ringan. Kerusakan hampir merata di empat dusun lain, Sidomakmur, Kalitengah dan Kalimojo.
Kejadian tersebut berlangsung sangat cepat sehingga membuat warga tak sempat menyelamatkan diri. Akibatnya beberapa orang warga dilaporkan menderita luka ringan karena tertimpa reruntuhan genteng.
"Kejadiannya hanya sekitar 5 menit, tapi putarannya kuat sekali," ungkap Sudirno kepada
detiksurabaya.com, Selasa (21/10/2008).
Selain merusak puluhan rumah, hempasan angin juga menumbangkan puluhan batang tanaman keras seperti cengkeh, aren dan nangka.
Sementara hingga malam ini jaringan listrik ke desa yang terletak di lereng gunung tersebut padam total.
Sekretaris Kecamatan Tegalombo Heri Setiono ketika dihubungi melalui telepon genggam mengatakan, pihak Satuan Koordinasi Penanggulangan Bencana Kecamatan telah melakukan peninjauan ke lokasi. Untuk korban luka, kata Heri telah mendapat perawatan dari mantri puskesmas. Sedangkan untuk korban materi masih diinventarisir.
"Secepatnya akan kami laporkan kepada pemerintah kabupaten untuk pengusulan bantuan," ujar pejabat yang baru enam bulan bertugas di kecamatan Tegalombo tersebut.
Terpisah, kepala Satuan Koordinasi Penanggulangan Bencana kabupaten Pacitan HG Sudibyo saat dihubungi detiksurabaya.com malam ini mengaku baru menerima laporan melalui SMS dari Camat Tegalombo Joko Putro Purnomo. Rencananya besok pagi tim dari pemkab akan menuju ke lokasi yang paling parah terkena dampak bencana yakni Dusun Kalitengah.
"Setelah melihat langsung lokasi, baru kami akan menentukan bantuan apa yang dibutuhkan warga. Prinsip, kalau sembako Insya Allah cadangan kita aman," pungkasnya. (bdh/bdh)











































