Kejadian yang kembali memalukan dunia pendidikan ini terjadi di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu 18 Oktober kemarin, dan baru dilaporkan ke polisi, Selasa (21/10/2008).
Kejadian ini bermula saat siswa SMK 1 Lumajang menggelar acara Persemi (Perkemahan Sabtu-Minggu). Disaat acara berlangsung, seorang siswa kelas 1 bernama Triantono (16) keluar untuk membeli bakso. Karena tidak izin, dia pun diberi 'pelajaran' oleh guru pembina Pramuka hingga terluka.
Akibat 'pelajaran' itu , mata kanan Triantono nampak lebam dan bagian bawah mata robek setelah dipukul dengan sebatang kayu. Triantono pun trauma dan enggan sekolah lagi.
Tidak terima dengan kejadian yang mengakibatkan anaknya terluka, Nur Halimah (45), ibu kandung Triantono akhirnya melaporkan penganiayaan yang dilakukan Prima, guru mata pelajaran perkantoran yang juga sebagai pembina Pramuka ke Polres Lumajang.
Menurut Halimah, dia terpaksa melaporkan kasus kekerasan ini ke polisi karena tidak ada tanggapan sama sekali dari pihak sekolah setelah dirinya melaporkan kejadian itu.
"Kok tega benar pukul anak saya dengan kayu. Lha wong cuman beli bakso," ujar Nur Halimah kepada wartawan.
Sementara, Triantono sendiri saat ditemui wartawan di rumahya mengaku saat membeli bakso dirinya tidak memakai Asduk Pramuka dan Identitas peserta Persami. Saat itu dirinya kepergok Prima pembina Pramuka.
"Saya dibawa ke dalam kantor sekolah. Kemudian Pak Prima pukul wajah saya dengan sebatang kayu," jelas Triantono pada wartawan di rumahnya, Jalan Sastrodikoro No 21 Kelurahan Citrodiwangsan. (bdh/bdh)











































