Sabarudin AM (60), korban sekaligus pemilik rumah yang beralamat di Jalan Besi nomor 4, Kelurahan Sulfat Blimbing terlihat masih shock ketika beberapa wartawan menanyakan mengenai kejadian di rumahnya.
”Sebentar saya masih kaget ini,” ujar pria pensiunan asuransi Bumi Putera saat ditemui Wartawan di rumahnya, Senin (20/10/2008).
Sabarudin mengatakan, saat peristiwa terjadi dirinya pergi meninggalkan rumah sekitar pukul 10:30 WIB. Rumahnya ditinggalkan dengan keadaan terkunci.
Saat kembali ke rumah sekitar pukul 13.30 WIB, Sabarudin terkejutnya saat mengetahui pintu pagar besi dalam keadaan terbuka lebar, serta dua daun pintu utama salah satu terbuka sedikit.
”Saya lantas menelpon polisi karena saya berpikir ada maling masuk,” ujarnya.
Dugaanya semakin benmar ketika dirinya masuk rumah.Ternyata empat kamar, dua di lantai bawah dan dua di lantai atas dalam keadaan terbuka dan berantakan. Terdapat tanda-tanda kekerasan di tiga pintu kamar serta pintu utama dan pintu gerbang yang sebelumnya di kunci oleh Sabarudin.
Setelah dicek, sejumlah perhiasan di kotak perhiasan dalam kamarnya telah hilang. Kotak tersebut berada di laci almar kamar, serta di satu buffet (Almari kecil). Selain itu Sabarudin juga mengaku kehilangan 7 buah cincin emas miliknya dengan nilai sekitar Rp 20 juta. Mengenai perhiasan istrinya dirinya mengaku tidak tahu. ”Yang tahu istri saya,” ujarnya singkat.
Dari pengamatan detiksurabaya di lokasi kejadian, empat kamar di rumah itu dalam keadaan berantakan. Beberapa isi lemari keluar berserakan memenuhi lantai dan tempat tifur. Sejumlah kotak perhiasan juga tampak terbuka dan kosong.
Sementara itu, AKP Abd Hadi Kapolsek Blimbing menduga perampok lebih dari dua orang. Bahkan ada kemungkinan pelaku adalah orang dalam. Dugaan itu timbul karena ada beberapa keanehan.
”Anjingnya tidak menyalak,” ujarnya.
(bdh/bdh)











































