Puluhan PKL Tugu Malang Ngelurug Dewan

Puluhan PKL Tugu Malang Ngelurug Dewan

- detikNews
Senin, 20 Okt 2008 16:55 WIB
Malang - Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Wisata Belanja Tugu ngelurug kantor DPRD Kota Malang. Mereka menolak relokasi dan mempertanyakan nasib pedagang yang tergabung Ikatan Pedagang Wisata Belanja Tugu (IPWBI) yang terancam tak mendapat tempat.

Para pedagang mengaku relokasi yang dilakukan pada 26 Oktober mendatang. Apalagi dari 459 pedagang, 179 anggota belum mendapatkan stand.

Beberapa perwakilan IPWBI yang dipimpin Taufik Huda Wakil Ketua IPWBI menyerahkan surat penolakan relokasi terhadap 5 Ketua Komisi serta Ketua DPRD Kota Malang. Mereka berhasil menemui anggota Komisi C, Mohan Katelu.

Meski belum mendapat jawaban pasti, namun pihak IPWBI berharap surat yang diberikan segera dibahas oleh anggota dewan.

"Suratnya ditujukan untuk ketua Komisi, moga nanti dibahas bersama-sama," ujarnya sesaat setelah menemui sejumlah anggota IPWBI di ruangannya Senin (20/10/2008).

Taufik mengaku sebelumnya sekitar 459 pedagang berjualan di Pasar Minggu Jalan Simpang Balapan. Pemkot Malang lantas menggulirkan wacana relokasi karena Pasar Minggu menggangu arus lalu lintas dan akan dipindah ke Lapangan Rampal.

Taufik menambahkan nasib beberapa anggotanya terancam tak dapat tempa setelah diberitahu Letkol Inf. Bahman Komandan Kodim 0833 Kota Malang.

"Sekitar satu Minggu lalu beliau bilang kuotanya hanya untuk 280 stand untuk pedagang," ujarnya.

Sementara saat dikonfirmasi melalui telpon, Letkol Bahman hanya menjawab singkat. "Kami siap tempatnya," ujarnya. Mengenai jumlah kuota Bahman tidak menjelaskannya.

Sementara nasib IPWBI seperti buah simalakama. Jika mereka tidak segera mendaftar ulang hingga 25 Oktober, bisa jadi tempat mereka akan diserobot pendaftar baru.

Sebab Dinas Pariwisita Informasi dan Komunikasi (Parinkom) membatasi pendaftaran hingga 25 Oktober itu. Parinkom juga tidak membatasi pendaftar harus tercatat sebagai anggota IPWBI saja. (fat/fat)
Berita Terkait