Kejadian menghebohkan di lokalisasi tersebut terjadi, Senin (20/10/2008) dinihari sekitar pukul
03.30 WIB.
Kawanan perampok masing-masing menyatroni wisma nomor 36 dengan korban seorang PSK, yaitu Pipin Handayani (30) asal Surabaya, dan wisma 67 dengan korban seorang tamu bernama Sumar (25) asal Kabupaten Kediri.
"Kami sebelumnya nggak menyangka kalau mereka perampok. Mereka datang berempat
dengan mengendarai sepeda motor dan satu diantaranya memakai seragam polisi," kata Sarji (40), ketua RT 01 RW V, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota, saat ditemui detiksurabaya.com di lokasi kejadian.
Sarji menjelaskan, begitu datang ke eks lokalisasi Semampir, keempat pelaku langsung
masuk ke wisma nomor 36 dan menggelar pesta minuman keras. Sesaat kemudian dua orang
diantaranya meninggalkan lokasi dan menuju ke wisma nomor 67.
Warga di sekitar eks lokalisasi Semampir baru tersadar mengenai adanya perampokan
setelah mendengar keributan, dimana para pelaku perampokan telah berteriak-teriak sambil mengancungkan senjata api yang dimilikinya dan bergegas meninggalkan lokasi.
"Saya perwira polisi, jangan macam-macam," ujar Sarji menirukan ucapan salah satu pelaku berseragam polisi yang mengacungkan senjata api.
Usai para pelaku melarikan diri, warga berusaha memberikan pertolongan kepada korban, dan sebagian lainnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Kediri.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, Pipin yang saat kejadian usai melayani tamunya mengaku kehilangan perhiasan emas dan sebuah dompet berisi uang tunai Rp 400 ribu dan sebuah ATM yang berisi tabungan senilai Rp 12 juta.
Sedangkan korban lainnya, Sumar yang datang ke eks lokalisasi Semampir hanya untuk
sekedar minum minuman keras mengaku kehilangan sebuah handphone dan uang tunai
Rp 250 ribu.
"Sejak tadi pagi sampai sekarang mereka langung menjalani pemeriksaan di Polresta. Sekarang seperti apa kondisinya saya tidak tahu lagi," ujar Sarji.
Secara terpisah, AKP David Subagio selaku Kasat Reskrim Polresta Kediri mengaku sangat keget dengan aksi perampokan bersenjata api yang menyatroni eks lokalisasi Semampir.
"Kami kebobolan lagi. Tapi kami berjanji akan segera melakukan pengejaran. Oleh karena itu kami masih periksa korban saksi untuk mengetahui ciri-ciri pelakunya," ujar David menyikapi adanya aksi perampokan. (bdh/bdh)










































