Tangis Haru Iringi Pertemuan Aldo & Orangtuanya

Bocah Hilang 15 Hari

Tangis Haru Iringi Pertemuan Aldo & Orangtuanya

- detikNews
Minggu, 19 Okt 2008 15:36 WIB
Tangis Haru Iringi Pertemuan Aldo & Orangtuanya
Pacitan - Masih ingat dengan Aldo. Bocah berusia 10 tahun yang ditemukan di salah satu toserba Jalan Jendral Sudirman Pacitan beberapa waktu lalu?

Terjawabnya misteri itu setelah berita penemuan Aldo diberitakan di sejumlah media nasional. Ayah Aldo, Abdul Hasan (51) yang sedang menonton teve menyaksikan tayangan anaknya berada di Pacitan, Jawa Timur.

Saat itu pula pria asli Sumatera Barat yang sehari-hari membuka warung itu menghubungi redaksi teve tersebut. Bocah bernama asli Ronaldo tersebut terakhir diketahui beralamat di Ciliwung Raya 138/17 RT 001 RW 011 Kecamatan Cikarang Utara, Bekasi.

Hasan kian yakin bocah berbaju krem di teve itu anak bungsunya setelah menyaksikan tayangan ulang berita tentang Aldo. Keesokan harinya Hasan bersama istrinya Nelmawati langsung berangkat menuju alamat yang ditunjukkan pihak teve.

Hasan dan istri tiba di Terminal Pacitan sekitar pukul 10.00 WIB Minggu (19/10/2008) dan langsung menuju toko milik Haryono Jalan Gatot Subroto, Pacitan. Hasan dan Haryono sebelumnya telah berkomunikasi via telepon seluler.

Setibanya di toko, Haryono minta Hasan dan dan istrinya untuk mandi dan istirahat sebentar. Maklum, keduanya baru saja melakukan perjalanan panjang dan tentu melelahkan. Sementara melalui jasa seorang karyawan Aldo dijemput dari rumah tinggal Haryono di Jalan Ahmad Yani.

Beberapa menit kemudian, pemandangan dramatis terjadi di halaman toko. Mengetahui ayah dan ibunya datang, Aldo yang datang dengan sepeda mini warna pink langsung menghentikannya. Sesaat kemudian sepeda itu dilepas begitu saja. Sesaat dia tertegun seolah hendak mengingat wajah di depannya.

"Ayah...Ibu...," suara Aldo lirih sambil melangkah menuju ibunya.

Tak pelak isak tangis yang tertahan akhirnya pecah. Orang tua dan anak yang terpisah hampir setengah bulan itu saling meluapkan kerinduan. Meski mengalami keterbelakangan mental, namun luapan emosi Aldo layaknya bocah normal.

Bocah itu seakan tak ingin lepas dari pelukan ibunya. Sementara matanya tampak berkaca-kaca lantaran basah dengan air mata. Sang ayah yang juga ikut larut harus mengusap mata sang anak dengan sapu tangan.

Kepada wartawan, Abdul Hasan menuturkan awal hilangnya Aldo terjadi saat musim lebaran lalu. Saat itu dia mengajaknya bersilaturrahmi ke rumah saudara di Pondok Kelapa. Saking banyaknya keluarga yang berkunjung Hasan dan istrinya tidak sempat menengok anaknya. Saat akan pulang keduanya baru sadar anaknya telah pergi.

"Biasanya begitu datang, dia langsung naik ke lantai dua nonton teve. Waktu itu mungkin dia mainan di luar dan naik angkot," kenang hasan sambil mengelus rambut anaknya.

Memang, Aldo dikenal cukup agresif. Bahkan selama ditampung di Pacitan bocah yang baru lulus TK itu telah dua kali menghilang. Untung keberadaannya diketahui warga dan diserahkan ke polisi. Pihak Satreskrim Polres Pacitan akhirnya mengembalikannya kepada Haryono, yang sejak awal mengurus Aldo.

Lebih lanjut Hasan menuturkan, Aldo baru tiga bulan diboyong ke Jakarta. Sehingga belum banyak mengetahui seluk beluk kota metropolitan. Dia sendiri bermaksud menyekolahkan anaknya di salah satu SLB di Bekasi, tak jauh dari warungnya. Rencananya hari ini Aldo langsung dibawa pulang orang tuanya ke Jakarta.

"Kami sekeluarga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu mengembalikan Aldo kepada kami," ujar pria berkopyah itu sembari berjanji akan mengawasi putranya lebih baik lagi.
(fat/fat)
Berita Terkait