Pelaku yang diduga berjumlah empat orang itu mengikat 2 penjaga dan melubangi tembok belakang pabrik berdiameter 50 cm. Akibatnya, uang sekitar Rp 200 juta amblas diambil perampok.
Menurut salah satu penjaga yang jadi korban diikat perampok, Dayat (32) peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Warga asal Gempol Pasuruan yang indekos di sekitar Kepanjen mengaku jika bahwa perampok masuk dari lubang tembok belakang pabrik yang telah dijebol.
"Sebelumnya memang tidak terdengar ada suara mendodol tembok. Karena tertutup suara perbaikan jalan di depan gudang," ujar Dayat kepada wartawan usai diperiksa petugas Polsekta Sukun siang tadi.
Dari lubang tersebut, pelaku langsung menyekap Dyat yang berada sekitar 100 meter dari tembok yang jebol. Saat itu Dayat berada di dalam kantor pos satpam.
Menurut Dayat, empat orang tersebut tiba-tiba masuk dan seorang pelaku memukul dirinya dengan sebatang besi linggis. Dayat yang sempat melawan akhirnya tidak berkutik karena dikeroyok. Bahkan dirinta mendapat luka di bagian tangan dan terlihat luka di lengan bekas perlawanan dengan perampok. Dayat lantas diikat di bagian kaki dan tangan serta dilakban mata dan mulutnya.
Menurut Dayat, seorang pelaku menjaga dirinya mulai pukul 02.00 WIB hingga sekitar pukul 04.00 WIB. "Ketika adzan subuh terdengar saya masih mendengar dia (seorang maling) masih berada di sekitar saya," ujar
Dayat.
Setelah mengikat Dayat, tiga pelaku lain lantas naik ke kantor kasir di lantai dua yang berjarak agak jauh dari pos satpam. Seorang teman Dayat, Sadram yang berada di lantai dua berhasil dilumpuhkan oleh kawanan perampok.
Di ruang tersebut, maling dilaporkan telah membobol brankas dari besi yang berisi uang setoran dari hari Jumat dan Sabtu kemarin sebesar Rp 200 juta.
Sadram berhasil membebaskan diri sekitar pukul 05.00 WIB dan turun serta melepaskan Dayat yang masih terikat di pos satpam. "Sadram berteriak dan dibebaskan seorang warga yang kebetulan mendengar teriakan Sadram," ujar seorang penyidik.
Sementara dari olah TKP hingga pukul 13.00 WIB tampak Sadram dan beberapa penyidik berada di lantai dua gudang tersebut. Kapolsekta Sukun AKP Hutomo membenarkan peristiwa tersebut. Mengenai besarnya kerugian pihaknya masih terus mengumpulkan keterangan.
"Sekitar Rp 200 juta," ujarnya ketika ditemui di kantornya. (fat/fat)











































