"Dugaan sementara penyebab keracunan dari minuman teh panas yang diminum, dimana botol minuman berasal dari botol Aqua yang sebelumnya digunakan untuk obat padi Furadan," kata Kapolsek Pangkur AKP Bambang Rianto kepada wartawan di kantornya, Sabtu (18/10/2008) .
Selain itu, polisi juga masih meminta keterangan dari 6 orang sebagai saksi dalam peristiwa itu. Keenam saksi itu yaitu, pemilik sawah bernama Sarni (40), serta 5 orang buruh tani lainnya.
Sementara, 11 korban keracunan yang sampai saat ini masih dirawat di Puskesmas Pangkur yakni Ny Yati (45), Darmo Deman (54), Kamin (48) dan Darmin (54) dan keempatnya tergolong parah.
Korban lainnya yaitu, Samsuri (60), Radi (50) pemilik sawah, Redi (60), Lastri (25), Ny Nyanem (40), Amat (50) dan Ny Satiyem (33). Ketujuh korban ini masuk kategori Ringan.
"Empat korban lumayan parah dan lainnya ringan, kita terus berusaha menangkal racun yang diduga dari minuman teh yang tercampur obat Furadan dengan memberikan minuman air kelapa muda," jelas dr Zain Ratna Prianto Kepala Puskesmas Pangkur kepada wartawan. (bdh/bdh)











































