Komandan Lanud Iswahjudi Dede Rusamsi kepada detiksurabaya.com mengatakan, kegiatan ini merupakan lanjutan dari latihan gabungan di Tarakan, Kalimantan baru-baru ini. Dipilihnya sasaran di Samudra Indonesia, lanjut Dede lantaran karakteristiknya mendekati medan pertempuran sesungguhnya.
Lebih lanjut Danlanud menjelaskan, latihan yang diselenggarakan rutin ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalitas para penerbang TNI. Meski begitu ia membantah jika
disebut prestasi penerbang korps berbaju biru muda itu menurun.
"Dengan sering latihan tentu kita dapat mempertahankan kemampuan," tegas Dede saat ditemui detiksurabaya di pos pantau Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, Pacitan, Jum'at (17/10/2008).
Danlanud mencontohkan, penerbang memiliki persyaratan minimum jam terbang tiap bulannya. Untuk penerbang tempur, kata dia harus memiliki minimal 8 jam terbang per bulan. Sementara agar yang bersangkutan dapat mempertahankan keahliannya seorang pilot harus terbang paling sedikit 15 jam per bulan.
Tentang adanya beberapa amunisi yang tidak meledak setelah ditembakkan, Dede menjamin tidak membahayakan bagi nelayan. Selain itu untuk memastikan benda tersebut tidak menimbulkan ledakan pihaknya akan menurunkan tim demolition. (bdh/bdh)










































