Rupanya, luka bakar itu diakibatkan usaha bengkelnya meledak setelah sebotol bensin tumpah. Peristiwa itu bermula saat salah seorang pelanggan memperbaiki ban motor Mio-nya.
Ternyata tumpahan itu hanya dilap dengan kertas koran. Namun saat korban menyalakan alat pemanas ban, tiba-tiba api langsung membesar dan membakar ban di sekitarnya.
Salah seorang saksi, Hambali (58) mengaku persitiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. "Saat itu dia menyalakan alat pemasan ban yang memakai api di bawahnya," kata Hambali kepada wartawan di lokasi, Jumat (17/10/2008).
Semula api menyala kecil namun tiba-tiba membesar di bekas tumpahan bensin dan merembet ke mesin diesel Sunarto. Setelah itu api juga membakar Mio yang berada di depan mesin tersebut.
Selain membakar bengkel dan motor Mio, sebuah sepeda angin dan mesin diesel juga hangus menjadi bangkai. Korban pun segera dibawa ke RS Pantai Nirmala, Kedung Kandang, Malang.
Menurut salah satu perawat di RS, pria dengan dua anak itu mengalami luka bakar sebanyak 40%. Luka tersebut tersebar di sekujur tubuh, sementara di bagian wajah dan kepalanya hanya mengalami luka ringan.
Sementara kakak korban, Widi Sujadi M (75) saat ditemui di RS menyatakan kondisi adiknya masih sadar. "Seluruh tubuhnya dibalut perban," ujar pria setengah baya tersebut kepada wartawan.
Sedangkan pihaknya belum dapat memastikan kerugian dari kebakaran tersebut. Untuk mengetahui penyebab kebakaran polisi belum masih melakukan penyelidikan.
Kapolsekta Sukun AKP Hutomo membenarkan peristiwa tersebut namun belum bisa memberikan jawaban. Namun dari sejumlah sumber di polsek, petugas sedang memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa tersebut. (fat/fat)










































