Dalam visum rumah sakit di Kota Amman, Yordania disebutkan Hanifah meninggal karena terserang penyakit paru. Hanifah dinyatakan meninggal tanggal 14 Mei 2008 lalu atau tepatnya 5 bulan lalu.
Salah seorang kerabat Hanifah, Ajum Musaffa yang kini terbang ke Jakarta mengurus pemulangan jenazah Hanifah mengatakan, pihaknya mendapat dokumen kematian Hanifah. Salinan dokumen itu, didapat Ajum dari PT Mangun Jaya Perkasa, perusahaan yang memberangkatkan Hanifah ke Yordania.
Dalam dokumen tersebut, disebutkan bulan Juli 2005, Hanifah bekerja pada majikan yang bernama Rida Nizar Saleh. Hanifah bekerja ke keluarga Rida Nizar Saleh berkat jasa Asraf Abu Thalib, seorang agen TKI di Kota Amman.
Di Kota Amman, Hanifah meneruskan bekerja di keluarga Rida Nizar hingga melewati batas kontrak kerja selama 2 tahun Juli 2007 lalu. "Karena bekerja melewati masa kontrak tanpa perpanjangan visa, maka Hanifah kehilangan hak atas asuransi kematian," jelas Ajum yang dihubungi di Jakarta via ponselnya, Kamis (16/10/2008).
Ajum menambahkan, hak normatif sebagai buruh migran yang masih tersisa hanyalah gaji sebesar US$ 3.100 atau senilai Rp 31 juta. Sementara jenazah Hanifah akan diterbangkan ke Indonesia Sabtu (18/10/2008) mendatang dengan menumpang pesawat Emirat LEK dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 15.55 WIB.
Ajum mengaku meminta bantuan dana pemulangan Hanifah kepada BNP2TKI (Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan TKI).
"Keluarga sepakat melakukan visum ulang untuk memastikan penyebab kematian Hanifah. Sebab selama di kampungnya, Hanifah tidak pernah memiliki penyakit TBC. Demikian pula keluarganya tidak memiliki riwayat penyakit paru tersebut," ungkapnya.
Tentang rumah sakit yang akan dipilih untuk visum, Ajum belum memastikan. Tapi menurut Ajum, visum bisa dilakukan di rumah sakit di Jakarta atau di Rumah Sakit Umum Pamekasan.
Secara terpisah Sekretaris Desa Banyupeleh, Samsul Abdullah, telah menyiapkan makam Hanifah. Hanifah sendiri meninggalkan seorang anak bernama Riski yang masih berumur 5 tahun, serta tiga saudara yakni, Jamil, Toyyibah dan Asmu'in. Hanifa sendiri nekat menjadi TKW sejak ditinggal kabur suaminya. (fat/fat)










































