Gara-gara Kotoran Sapi, Seoramg Ibu Hajar Tetangga

Gara-gara Kotoran Sapi, Seoramg Ibu Hajar Tetangga

- detikNews
Rabu, 15 Okt 2008 14:02 WIB
Situbondo - Hanya gara-gara kotoran sapi, Aswatin (35), nekat memukuli dan nyaris membacok Agus Nandi (38), tetangganya. Ibu beranak tiga itu tiba-tiba kalap, saat dirinya ditegur Agus karena membuang kotoran ternak sapi ke aliran sungai yang digunakan warga sekitar.

Beruntung sebilah clurit yang ditenteng dan diayunkan wanita warga Desa Olean, Kecamatan/Kabupaten Situbondo tersebut tak sempat melukai tubuh Agus. Meski demikian wajah dan leher bapak beranak dua itu menderita luka memar akibat cakaran dan hantaman Aswatin.

Agus mengaku sempat ketakutan ketika Aswatin  membawa sebilah clurit setelah ditegurnya. Dengan alasan enggan meladeni wanita, Agus memilih kabur. Namun naas, saat kabur itulah Agus terjatuh. Pada saat bersamaan tubuhnya ditindih Aswatin dan dihajar habis-habisan.

Perkelahian antara Aswatin dan Agus ini juga memicu amarah warga sekitar, yang telah lama memendam emosi atas ulah Aswatin yang kerap berprilaku arogan. Puluhan warga Olean yang didominasi ibu-ibu mendatangi kantor Balai Desa Olean, menuntut agar Aswatin dan keluarganya segera diusir dari lingkungan sekitar.

"Pokoknya kami menuntut Aswatin dan keluarganya segera keluar dari Olean. Kami sudah lama resah. Ulah Aswatin yang seenaknya sendiri membuang kotoran sapi sudah keterlaluan. Berkali-kali kami sudah mengingatkan tapi tidak digubris," teriak Masni (55), wanita paruh baya yang ikut berdemo ke kantor Desa Olean, Rabu (1/10/2008).

Amarah warga ini kian memuncak, karena di balik sikap arogan Aswatin, warga juga menuding Asmadun (65), ayah kandung Aswatin sebagai dukun santet. Warga mengaku resah karena ilmu hitam yang dimiliki Asmadun sudah banyak memakan korban warga Olean.

Memanasnya situasi di Balai Desa Olean itu juga memicu turunnya aparat Muspikan serta Bina Mitra Polres Situbondo. Para pejabat kecamatan dan desa berusaha keras untuk mendamaikan masalah tersebut, meski sempat ditentang warga.

"Kami berupaya mendamaikan antar pihak yang bertengkar agar masalahnya segera selesai. Kita juga mengupayakan agar Aswatin tidak lagi membuang kotoran sapi ke sungai dan harus membuat lobang tersendiri," jelas Kompol Rochman Taufiq, Kabag Bina Mitra Polres Situbondo, kepada detiksurabaya.com. (bdh/bdh)
Berita Terkait