Menurut petugas jaga Polsek Sedati Bripka Edi Suwigyo saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (13/10/2008) malam mengatakan aksi pemblokiran terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.
Sebelum aksi pemblokiran dilakukan warga, kejadian berawal adanya tabrakan di lokasi tersebut. Setelah tabrakan terjadi, warga kemudian marah-marah karena akses jalan menuju bandara tersebut tidak terdapat lampu penerangan.
"Setelah marah-marah ratusan warga kemudian memblokir jalan. Kemudian datang satu kompi Marinir yang menenangkan kemarahan warga," ujar Edi.
Meski kedatangan Marinir sebanyak satu peleton, namun warga tidak menghentikan aksinya memblokir jalan. Bahkan, sempat terjadi cekcok antara warga dengan Marinir karena aksi pemblokiran sempat memancetkan arus lalu lintas.
"Tadi antara warga dengan Marinir sempat tegang. Namun tidak sampai terjadi bentrokan," kata seorang warga Semampir yang enggan disebutkan namanya.
Setelah terjadi negosiasi antara warga dengan Marinir, akhirnya aksi pemblokiran jalan dihentikan.
(bdh/bdh)










































