Selain merobohkan rumah Mbok Hadiah, angin puting beliung juga merusakkan kamar santri Ponpes Nurul Syukur, gudang tembakau dan merobohkan papan reklame di Desa Pecoro.
Angin puting beliung berlangsung hanya sekitar lima menit pukul 14.30 WIB. Namun karena anginnya sangat kencang dan berputar, maka merobohkan rumah tersebut dan merusak beberapa bangunan lain.
Menurut Kapolsek Rambipuji AKP Agus Supriono, angin kencang datang disertai hujan deras. "Saat itu korban berusaha menyelamatkan diri tetapi terlambat. Dia tewas karena tertimpa tiang rumahnya," kata Agus.
Sedangkan dua penghuni lain di rumah itu yakni Ibu Ruhadi dan Tatik berhasil selamat dan tidak mengalami luka.
Agus belum bisa menaksir kerugian akibat angin puting beliung tersebut. Agus hanya menambahkan, peristiwa ini baru terjadi pertama kali ini di awal musim penghujan yang mulai terjadi di Kabupaten Jember.
"Beberapa hari terakhir memang hujan tetapi tidak ada angin kencangnya, baru tadi terjadi," kata Agus.
(gik/gik)











































