Dari pengamatan detiksurabaya.com, kekosongan stock ini terjadi sejak, Sabtu kemarin berlanjut hingga, Senin (13/10/2008).
Bahkan SPBU di Jalan Panglima Sudirman yang menyediakan premium sebanyak 8 Ribu KL (Kilo Liter) langsung habis hanya dalam waktu 3 jam.
Antrean panjang tampak di SPBU Sawojajar, Rampal serta Panglima Sudirman. Di tiga SPBU tersebut telah diberi papanpengumuman bensin habis sejak pukul 10.00 WIB. Meski sudah diberi pengumuman, namun antrean pembeli tetap terjadi. Mereka terpaksa membeli pertamax atau pertamax Plus sebagai pengganti premium.
Seperti yang diungkapkan Diding Pribadi (35), yang antre di SPBU Jalan.Panglima Sudirman. Dia mengaku terpaksa membeli pertamax plus karena di beberapa SPBU premium telah habis. "Saya sudah dari Jalan Kawi, Dinoyo dan terakhir di sini. Yang ada tinggal di sini saja," ujar Diding.
Di SPBU yang terletak di salah satu jalan protokol di Kota Malang ini, antrean masih terlihat
hingga sore ini. Padahal persedian premium mereka telah habis sejak pukul 10.00 WIB. ”Pasokan hari ini sebanyak 8.000 KL datang pukul 07.00 WIB habis sekitar pukul 10.00 tadi,” ujar Sugiharto pengawas SPBU Panglima Sudirman kepada detiksurabaya.com.
Sementara, Tengku Rizal Ketua Hiswana Migas (Himpunan Pengusaha dan Pedagang Minyak dan Gas) mengungkapkan, kelangkaan premium ini terjadi akibat kesulitan bongkar muat di
Surabaya.
"Pak Kris (Timothis Dwi Kristanto, Jubir BBM Petamina Surabaya) mengatakan terjadi kesulitan bongkar muat. Sehingga terjadi keterlambatan pengiriman untuk Depo Malang," ujar Rizal ketika dihubungi melalui telpon.
Sedangkan Depo Pertamina Malang belum dapat memberikan keterangan apapun tentang fenomena ini. "Kepala Depo sedang cuti," ujar Ermanto Kepala Keamanan Depo Malang.
(bdh/bdh)











































