Diingatkan Agar Tak Bawa WIL, Satum Bacok Istri

Diingatkan Agar Tak Bawa WIL, Satum Bacok Istri

- detikNews
Senin, 13 Okt 2008 16:28 WIB
Tuban - Perilaku suami satu ini tak patut ditiru. Selain suka mabuk-mabukan, pria bernama Satum Utomo (30) warga Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, Tuban sering membawa Wanita Idaman Lain (WIL) ke rumahnya.

Kesal dengan perilaku pria yang dinikahi selama 10 tahun, istrinya, Iis Dariyati (29) menegurnya. Naas, nasehat itu bukan diterima malah berbuat nekat membacok dengan parang wanita yang telah memberinya 2 anak. Akibatnya, Iis mengalami luka bacok di telapak tangan, leher dan kepala. Iis pun dilarikan ke UGD RS Medika Muliya Tuban.

Peristiwa itu bermula saat pengusaha garmen pulang bermain biliar dalam kondisi mabuk, Minggu (12/10/2008) malam. Karena tersinggung, Satum lantas mengamuk dan perang mulut. Beberapa saat kemudian, Satum mengeluarkan parang dari balik bajunya. Parang tersebut langsung diayunkan persisi di kepala istrinya.

Iis berupaya menangkis dengan tangan kiri melindungi kepalanya. Parang pun menimpa telapak tangannya hingga nyaris putus. Tak puas mencerderai tangan sang istri, Satum mengayunkan parang lagi hingga menyerempet kepala perempuan berwajah manis itu. Termasuk mengenai bagian dada dan leher istrinya.

Jerit Iis meminta tolong mengundang perhatian warga setempat. Warga beramai-ramai mendobrak pintu memberi pertolongan. Bersamaan kedatangan warga, Satum Utomo keluar rumah melarikan diri. Hingga kini Satum masih diburu petugas Polres Tuban.

"Saya menjadi sasaran marah suami sudah seringkali terjadi, saya kuat-kuatkan karena mengingat anak-anak. Sekarang saya sudah tidak kuat lagi, saya mau minta cerai," kata Iis saat ditemui detiksurabaya.com di RS Medika Muliya, Senin (13/10/2008) siang.

Iis mengaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa Iis sudah berlangsung tiga kali. Kejadian pertama dan kedua dalam kurun dua bulan terakhir dirinya selamat dari amukan suami. Dia berhasil kabur saat emosi suaminya meledak.

Sementara Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Efendi Lubis yang dikonfirmasi menyatakan, saat ini pihaknya telah mengerahkan anggota melakukan pengejaran terhadap pelaku. "Kasus ini tetap kita tangani sesuai aturan yang berlaku," kata Efendi Lubis. (fat/fat)
Berita Terkait