Peristiwa puting beliung itu juga menerbangkan genting dan membuat retak dinding rumah warga karena hujan dan angin kencang. Kerusakan paling parah terjadi di rumah Sumani, yang lokasinya sekitar 100 meter selatan balai desa setempat. Disamping genting dan atap diterbangkan angin, sejumlah titik dinding rumahnya retak.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com di lokasi kejadian menyebutkan, tanda-tanda datangnya angin puting beliung tak muncul di kawasan desa tepi laut, meski hujan turun sejak pukul 22.00 WIB, Minggu (12/10/2008).
Semula warga menikmati turunnya hujan dengan terlelap tidur. Namun saat dinihari, Senin (13/10/2008) tiba-tiba angin ribut datang. Tak lama kemudian jerit suara warga ketakutan atap rumahnya diterbangkan terdengar. Suara kentongan yang ditabuh warga saling sahut menyahut.
"Semuanya serba cepat. Angin ribut datangnya mendadak kemudian langsung menghilang ke arah selatan," kata sejumlah warga yang ditemui detiksurabaya.com di lokasi bencana, Senin (13/10/2008) siang.
Sementara menurut Hasyim Amir, korban rumahnya rusak paling parah, dia dan keluarganya langsung menyelamatkan diri ke luar rumah saat genting dan atap rumah diterbangkan angin.
Sedangkan Kepala Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Giyanto
menyatakan, jika dihitung ada 18 rumah dan dua gubuk di tengah sawah rusak. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa malam hari tersebut.
"Angin datang mendadak seperti merata di seluruh wilayah desa. Kerusakannya masih terbilang ringan, karena rata-rata genting rumah yang rusak dan pecah," ungkap Giyanto saat memimpin warganya gotong royong membenahi rumah-rumah yang rusak. (fat/fat)










































