Ribuan Pemuda Ansor, Banser & Pagar Nusa Geruduk Polres Blitar

Ribuan Pemuda Ansor, Banser & Pagar Nusa Geruduk Polres Blitar

- detikNews
Senin, 13 Okt 2008 12:18 WIB
Blitar - Sekitar 1.000 orang gerakan pemuda Ansor dan Banser serta Pagar Nusa se-Kabupaten Blitar melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolres Blitar di Jalan Raya Talon Blitar, Senin (13/10/2008).

Dalam aksinya mereka meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kematian Gianto (27). Dia salah satu warga Desa Rejoso, Binangun Blitar diduga dianiaya hingga tewas yang dilakukan kelompok takbir keliling dari Front Pembela Islam (FPI) Cabang Blitar.

"Hari ini kami turun ke jalan menolak setiap aksi kekerasan hingga menyebabkan kematian yang diduga dilakukan kelompok dari FPI," ujar Imron Rosadi koordinator lapangan (korlap) aksi gabungan Ansor, Banser dan Pagar Nusa kepada wartawan di depan Mapolres Blitar, Senin (13/10/2008).

Imron menegaskan, pihaknya mendesak kepada aparat kepolisian untuk melakukan pengusutan secara tuntas terhadap siapa pun, kelompok manapun yang terbukti melakukan tindak pidana kekerasan. Termasuk penganiayaan yang menyebabkan kematian pemuda Rejosa pada malam takbiran itu.

"Selain itu, kami juga akan meminta Pemkab Blitar untuk menerbitkan surat keputusan bersama (SKB) tentang pelarangan semua kegiatan penggunaan simbol kekerasan baik secara kelembagaan maupun perseorangan atas nama agama Islam," jelasnya.

Dalam aksinya di depan Mapolres Blitar, peserta aksi meneriakan yel-yel dan menyampaikan orasi. "Di Blitar gerakan FPI harus diberangus. Jika tidak kami dari Ansor dan Banser siap menghadapinya," teriak salah satu pengunjuk rasa, Ahmad Amin saat melakukan orasi.

Selain itu peserta aksi juga membawa atribut bendera Ansor dan Banser, Pagar Nusa serta mengusung berbagai spanduk yang bertuliskan diantaranya, 'Usut Tuntas Pembunuhan Rejoso','Tolak Kekerasan Atas Nama Islam'.'Larang Organisasi-Organisasi Liar yang Menimbulkan Keresahan Warga'.

Massa ditemui langsung Kapolres AKBP Putu Jayan J P dan Muspida Kab Blitar. Kapolres mengaku pihaknya sudah memproses dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian di Rejoso dan sudah menetapkan 4 tersangka. "Kita tetap akan memproses kasus ini hingga tuntas," jelasnya.

Sebelumnya, Gianto (27) salah satu pemuda warga Desa Rejoso, Binangun, Kab Blitar, usai membagikan zakat fitrah mengajak dua rekannya Luky dan Wahyu menggemakan takbir di mushola di Desa Rejoso, Selasa (30/9/2008) malam lalu.

Saat bersamaan, melintas rombongan takbir keliling yang diduga dari FPI Blitar mengendarai mobil terbuka dan kendaraan bermotor. Tiba-tiba tanpa alasan jelas, sebagian orang dalam rombongan itu turun dari mobil dan memukuli ketiga remaja mushola itu. Setelah dianiaya, Gianto salah satu remaja mushola akhirnya meninggal dunia di luar mushola. (roi/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini