Indra yang tergolong cerdas dan berprestasi di kampusnya itu mengaku menjadi intel pada Ulfa Safitri (18), seorang perempuan yang tergolong cantik dan kaya warga Desa Karang Panasan, Kecamatan Kota Sumenep.
Perkenalannya dengan Ulfa yang sudah berlangsung sejak bulan Juli 2008 lalu, semula berjalan normal dan berlangsung mesra. Bahkan, orang tua Ulfa juga percaya jika teman Ulfa yang sudah menjalin cinta kasih itu seorang polisi.
Dalam hubungan cinta kasih yang sudah mendarah daging itu, Indra memanfaatkan untuk menguras harta kekayaan orang tua Ulfa. Alasannya, untuk keperluan tugasnya sebagai anggota Polres Pamekasan yang sedang bertugas di Bali.
Modus itu ternyata ampuh untuk mendapatkan jutaan rupiah dari orang tua Ulfa yang ditransfer melalui rekening atas nama dirinya. Pertama dia ditransfer sebesar Rp 1,5 juta, menyusul tahap kedua sebesar Rp 500 ribu, serta terakhir sebesar Rp 1 juta.
Pihak keluarga Ulfa masih percaya jika Indra seorang polisi. Kedok tersangka ini baru dicurigai saat hari lebaran Idul Fitri tiba. Sebab, Indra tetap mengaku bertugas di Bali dan tidak mau untuk diajak silaturrahim.
Bermula dari itu, keluarga Ulfa akhirnya mencari tahu siapa sebenarnya Indra. Alhasil, Indra ternyata bukan polisi dan hanya seorang mahasiswa di Kota Malang.
Setelah diketahui identitas lengkap tersangka, Ulfa bersama ibunya, Sundari (34), melapor ke Polres Sumenep, Minggu (12/10/2009) kemarin. Pihak kepolisian bergerak cepat. Sehingga, Senin (13/10/2008) Indra berhasil ditangkap di rumhanya tanpa perlawanan.
Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Mualimin mengatakan, dalam pemeriksaan, tersangka
meminta uang pada Ulfa dan mengaku sebagai polisi. "Saat ini masih dalam pemeriksaan
intensif pihak penyidik," kata Mualimin pada detiksurabaya.com, di kantornya, Jalan Urip Sumoharjo, Senin (13/10/2008).
Pelaku bakal dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.
Sementara itu, Ulfa mengatakan, pertama kali kenal dengan Indra di rumah temannya, di Desa Bangselok, Kota Sumenep. Perkenalan itulah akhirnya berlanjut dan sering berhubungan baik melalui handphone maupun datang ke rumah.
"Semula saya percaya jika Indra itu polisi. sebab, penampilannya mirip polisi. Sehinga orang tua juga setuju menjalin cinta kasih dengan Indra," kata Ulfa pada detiksurabaya.com, di Polres Sumenep.
(bdh/bdh)











































