Peristiwa yang terjadi Jumat malam (10/10/2008) membuat siswa-siswi kerja bakti membersihkan ruangan kelas empat yang roboh. Para siswa ini membersihkan puing-puing reruntuhan ruang kelas empat.
Menurut kepala sekolah SDN Randubener, Slamet Teko, sebelum roboh diterjang hujan disertai angin, gedung ini memang kondisinya sudah rapuh, sehingga saat hujan gedung langsung roboh.
"Beruntung kejadiannya malam jadi tidak ada korban," ungkap Slamet kepada wartawan di lokasi, Sabtu (11/10/2008).
Slamet memastikan jika ambruknya ruang kelas ini akan mengganggu aktivitas belajar mengajar di SDN Randubener. "Karena siswa kelas 4 terpaksa belajar di ruangan lain dengan hanya dipisahkan oleh sekat yang terbuat dari triplek saja,"ujarnya.
Slamet menuturkan, pihak sekolah berharap agar dinas pendidikan setempat secepatnya memberi bantuan ke sekolah. "Pasalnya, kami sudah berulang kali mengajukan bantuan, namun hingga ruangan ini roboh ternyata belum juga terealisasi," harap kepala sekolah dengan 125 siswa ini. (fat/fat)










































