Tidak Bayar Uang Sewa, Ruangan Kelas SD Dibongkar Warga

Tidak Bayar Uang Sewa, Ruangan Kelas SD Dibongkar Warga

- detikNews
Jumat, 10 Okt 2008 21:06 WIB
Bangkalan - Mengenaskan, gara-gara tidak bisa membayar uang sewa, ruangan kelas SDN Amparan I di Desa Amparan, Bangkalan, Madura dibongkar paksa oleh warga pemilik lahan. Beruntung, dari 6 kelas yang ada, hanya 3 ruang yang dibongkar warga.

Akibat dibongkarnya ruangan kelas, puluhan siswa kelas IV, V dan IV harus belajar di luar gedung sambil menunggu siswa kelas I, II, dan III dipulangkan. Itupun kondisi 3 kelas lainnya yang tidak dibongkar oleh warga kondisinya sudah memprihatinkan. Asbes dan plafon berjatuhan karena dimakan usia.

Kepala Sekolan SDN Amparan I, Bangkalan Zainul Arif mengatakan, sebagian lahan gedung memang milik warga setempat. Sejak awal pemerintah memang tidak pernah membayar uang sewa. Namun, belakangan ini pemilik lahan menuntut ganti rugi atau uang sewa.

”Pihak sekolah tidak mempunyai kemampuan untuk membayar uang sewa. Lalu, pemilik lahan membongkar paksa,” kata Zainul Arif pada wartawan di SDN Amparan I, Bangkalan, Jumat (10/10/2008).

Dia mengaku kecewa dengan sikap pemilik lahan yang kurang respon terhadap dunia
pendidikan. Padahal, jumlah siswa SDN Amparan I mencapai 100 lebih. ”Kalau gedungnya sudah tidak ada, anak didik kami juga terlantar,” ungkapnya.

Meski sudah ada rencana, pihak aparat desa meyediakan lahan percaton untuk pembangunan gedung baru. Namun, menjelang musim penghujan ini sangat mengganggu aktifitas belajar mengajar siswa.

”Kami masih kebingungan, mau belajar dimana anak didik kami setelah gedungnya dibongkar oleh warga,” katanya memelas.

Dia berharap, agar pemerintah daerah memikirkan kondisi siswa SDN Amparan I. Sebab, bila tidak ada solusi secepat mungkin, maka KBM siswa akan terbengkalai karena tidak ada gedung yang akan digunakan. (bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini