"Ya, mereka akan memulai kampanye terbuka dengan pengerahan massa hari ini. Ini setelah semalam mereka menyampaikan visi dan misinya dihadapan Anggota DPRD," kata Ketua Kelompok Kerja Kajian Pemilu KPUD Kota Kediri, Taufik Al Amin saat ditemui detiksurabaya.com di kantornya, Jalan Jaksa Agung Suprapto.
Taufik menambahkan, pihaknya telah memastikan jadwal waktu dan tempat pelaksanaan
kampanye yang bersifat rapat akbar. Menurutnya, hal tersebut telah disepakati oleh semua pasangan calon.
Uniknya, berbeda dengan pelaksanaan kampanye politik di daerah lain. KPUD Kota Kediri telah mengambil keputusan berani, dengan mengizinkan kampanye digelar oleh masing-masing pasangan calon diluar jadwal yang telah disepakati.
"Yang kami atur hanya yang terbuka, sedangkan yang bersifat kreasi seperti dialogis dan koordinasi kami berikan kebebasan kepada meraka. Waktu dan tempatnya bebas, asalkan masih di dalam masa kampanye, yaitu sampa tanggal 19 Oktober mendatang," jelas Taufik.
Dikatakannya pula, keputusan berani tersebut diambil dengan dasar pengaturan kampanye diluar rapat terbuka, bukan wewenang KPUD. Hal tersebut diserahkannya kepada aparat kepolisian, karena menyangkut perizinan pelaksanaannya.
Sementara itu untuk melakukan pengamanan kampanye pemilihan walikota, Polresta Kediri telah menyiapkan 2/3 personel yang dimilikinya untuk melakukan penjagaan. Saat ini di Mapolresta Kediri terdapat sekitar 600 personel.
8 Pasangan calon walikota yang akan bertarung di Kota Kediri, 5 diantaranya berangkat dari partai politik, yaitu pasangan Samsul Ashar dan Abdulloh Abubakar (PAN, PPP dan PDS), Martanty Soenar Dewi dan Achmad Salis (Demokrat, PKS dan koalisi 11 partai kecil), Heru Marwanto dan Tamam Mustofa (Golkar dan koalisi 6 partai kecil), Rinto Harno dan HM Zaini (PDIP dan PKB Versi Gus Dur), serta Iwan Boedianto dan Arifin Asror (PKB Versi Muhaimin Iskdandar).
Sedangkan 3 pasangan lain berangkat dari jalur perseorangan, yaitu M Mahrus dan R Nugroho (Pengusaha dan PNS), Saiful Muslimin dan Farid Makruf (PNS dan Pengusaha), serta Kasmudji dan Khoirul Anam (Anggota DPRD dari PDIP dan LSM). (bdh/bdh)











































