Jenazah ditemukan mengapung oleh nelayan dalam kondisi tertelungkup 30 meter dari bibir Pantai Pulau Sempu sekitar pukul 09.00 WIB, Senin (6/10/2008). Jenazah pemuda itu pun langsung dibawa ke RS Syaiful Anwar Malang untuk otopsi.
Menurut Kepala Malang Selatan Rescue (MSR) Bambang Siswanto yang mengawal jenazah korban ke RSSA Malang mengatakan, proses evakuasi tak memakan waktu lama karena banyaknya peralatan yang disediakan dalam melakukan pencarian selama 4 hari ini.
"Luka yang terdapat di bagian tubuh korban itu karena terjadi benturan saat tenggelam. Tetap saja kita mengatakan jasad korban utuh saat ditemukan," kata Bambang kepada wartawan di Kamar Mayat RSSA Malang.
Secara terpisah Gatot (45), paman korban yang datang ke Pantai Sendangbiru untuk memantau langsung proses pencairan menuturkan, sulung dua bersaudara itu berangkat dari rumah bersama 18 temannya mengendarai mobil pick up, Jumat (3/9/2008) pagi.
"Kita dapat kabar Jumat siang dari teman-teman korban," ujar Gatot kepada detiksurabaya.com di sela-sela menunggu proses otopsi.
Diketahui, Gonod tenggelam setelah mencoba berenang di kawasan Pulau Sempu yang berada sekitar 2 Km dari Pantai Sendangbiru. Sebelumnya, dua rekan korban Amir (20) dan Syaiful (28) berhasil diselamatkan nelayan yang melintas di tempat ketiganya berenang. (fat/fat)











































