Terhitung pada H+4 ini jumlah pengunjung yang datang sekitar 70 ribu orang dari berbagai daerah di Kabupaten Malang. Bahkan banyak pengunjung dari luar kota seperti Pasuruan atau Bangil.
Umumnya para pengunjung tempat wisata yang menyajikan 30 wahana termasuk kolam renang ini datang rombongan dengan membawa kendaraan roda empat. Seperti yang dilakukan Sutrisno (40) asal Keraton Pasuruan. Dirinya bersama 20 warga lain di kampungnya datang ke Wendit dengan menumpang truk.
"Kita datang ramai-ramai begini setiap tahunnya," kata Sutrisno kepada detiksurabaya.com ditemui di parkir kendaraan Wisata Wendit, Minggu (5/9/2008).
Data yang tercatat oleh Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Wisata Wendit pada hari pertama Lebaran jumlah pengunjung sebanyak 4.500 orang, di hari kedua sebanyak 14.500 orang dan hari ketiga sebanyak 14.300 orang.
"Pada hari keempat jumlah pengunjung sekitar 25 ribu orang. Pada hari ini kita prediksi mencapai lebih dari 35 ribu orang," ujar Kepala UPTD Wisata Wendit Sunarko saat ditemui detiksurabaya.com di ruang kerjanya.
Dengan harga tiket sebesar Rp 9 ribu termasuk asuransi dan pemasukan PAD, kata Sunarko, target pemasukan dari jumlah pengunjung selama 12 hari dibuka akan mencapai sekitar 1 miliar.
"Target kami jumlah pengunjung sebanyak 135 ribu orang," imbuh Sunarko.
Sunarko menambahkan, para pengunjung diprediksi meningkat sampai 50 persen. Pihaknya memberlakukan tarif tiket sebesar Rp 9 ribu, pengelola juga memberlakukan tarif parkir kendaraan roda dua sebesar Rp 2 ribu, sedangkan roda empat sebesar Rp 4 ribu. "Parkir yang kelola kami dengan karang taruna setempat," ungkapnya.
Dari pantauan, para pengunjung berjubel di 30 wahana yang tersedia. Fasilitas yang dipadati pengunjung baik anak-anak dan dewasa yakni kolam renang. Selain itu pengunjung Wendit juga menikmati ruang Tiga Demensi Misteri Kera atau mencoba wahana tantangan lain.
Akibat lonjakan pengunjung, dalam sehari terkumpul sampah plastik sebanyak 3 kontainer yang dipungut pihak pengelola. Fasilitas 50 tong sampah dengan 35 tenaga kebersihan tak mampu mengatasi ceceran sampah yang berserakan. (fat/fat)










































