Peristiwa itu bermula saat oknum TNI yang diketahui bernama Letda Warno berusaha naik KA Eksekutif Argo Anggrek jurusan Surabaya-Jakarta tanpa membeli tiket. Saat diminta tiketnya, oknum anggota TNI ini malah memukul petugas sehingga terjadilah pengeroyokan tersebut.
Salah seorang saksi mata kejadian tersebut, Marno mengatakan pengeroyokan terjadi akan naik KA. Karena tak memiliki tiket, diapun disarankan turun untuk membeli tiket oleh petugas KA bernama Supriyadi.
"Dia malah mengamuk dan memukul petugas kereta api tersebut," ujar Marno kepada wartawan.
Tanpa dikomando, warga dan petugas KA yang berada di lokasi spontan menggeroyok oknum tersebut hingga bagian wajahnya berdarah karena bogem mentah warga dan petugas.
Sementara petugas KA yang dipukul oknum TNI AU, Supriyadi membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengakui jika saat itu menyarankan oknum TNI untuk membeli tiket yang tersedia di Stasiun Babat. "Tapi tahu-tahu dia sudah memukul saya," ungkapnya.
Setelah dipukul dan dikeroyok oleh warga sekitar, oknum anggota TNI asal Tuban ini langsung dibawa ke kantor petugas KA dan diperiksa oleh anggota Koramil setempat untuk dimintai keterangan. (fat/fat)










































