Akibatnya, ratusan calon penumpang terlantar dan rela mengantre berjam-jam untuk bisa mendapat tempat duduk. Salah satu pemudik, Suwarti (40) asal Magetan mengatakan dirinya sudah datang mulai pagi pukul 06.00 WIB agar mendapatkan bus menuju Surabaya.
"Waduh mulai pagi Mas ini tadi saya mau ke Suroboyo kok tidak ada bus yang kosong. Semuanya penuh terus," jelas Warti sambil berlari ketika ada bus datang di Terminal Purboyo Kota Madiun kepada detiksurabaya.com, Minggu (5/10/2008).
Dia mengaku sangat kecewa dengan pelayanan transportasi yang selalu tidak memadai saat Lebaran. "Tiap taun seperti ini," jelasnya dengan nada ketus.
Sementara Kepala UPTD Terminal Purboyo Kota Madiun, Sutarto menjelaskan saat ini pihaknya telah menambah 75 armada bus untuk tujuan Jakarta dan Surabaya. Namun banyaknya warga yang ingin pergi ke kota besar sehingga masih terjadi penumpukan penumpang.
"Kita sebenarnya sudah optimalkan menambah 75 armada bus untuk Jakarta berjumlah 60 bus, sedangkan ke Surabaya 15 bus yang sudah kita operasikan mulai awal mudik lalu," kata Sutarto.
Dia menambahkan, meski mengalami penumpukan namun jumlah penumpang yang diberangkatkan dari Terminal Purboyo Kota Madiun cenderung mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Yakni tahun lalu pada H+4 Lebaran mencapai 60 ribu penumpang, namun untuk data terakhir yang masuk pukul 08.00 WIB tadi sudah ada 50-an ribu penumpang yang diberangkatkan dari Madiun untuk tujuan Jakarta, Surabaya, Jogja dan kota-kota besar lainnya.
Sementara itu dari pantauan detiksurabaya.com untuk calon penumpang kebanyakan bergerombol di pemberhentian bus jurusan Surabaya serta Jogja. Bahkan karena tidak tahan panasnya pemberhentian bus sebagian calon penumpang berteduh di bawah pohon pinggir pagar sambil melihat kedatangan bus yang langsung diserbu calon penumpang. (fat/fat)











































