Mahsun (41), warga Krajan, Desa Bulusari Kecamatan kalipuro tertabrak kereta api ekonomi Sritanjung jurusan Banyuwangi - Jogyakarta sekitar pukul 06.15 WIB, Sabtu (4/10/2008).
Sedianya, korban hendak menuju ke tempat kerjanya yang berjarak hanya beberapa meter dari lokasi kejadian. Sebelum disambar Kereta api, Ipin, salah satu warga sudah memperingati korban kalau ada kereta melintas.
"Dia tetap menyeberang, entah dia tidak mendengar atau sengaja tidak menghiraukan
peringatan itu," kata Ansori, salah seorang warga menirukan ucapan Ipin.
Akibatnya, korban langsung disambar kereta api yang datang dari arah selatan tersebut. korban terlempar dari motornya dengan kondisi kepala bagian belakang pecah. Sedangkan motor butut korban dengan nopol DK 3801 GL terlempar sejauh empat meter dari lokasi. Kondisi motor ringsek sampai tangki bensin terpisah. Darah telihat berceceran di sekitar lokai kejadian.
Menurut Iwan, Satpam perusahaan tempat korban bekerja, Korban baru dua minggu bekerja di tempat itu. Dia adalah pegawai bagian kebersihan. Iwan menambahkan, dirinya tidak habis pikir mengapa Mahsun memilih lewat di jalur itu. Padahal seharusnya karyawan masuk melalui pintu masuk disebelah selatan.
"Pintu masuk yang ini sudah tidak digunakan, saya tidak tahu kenapa dia lewat sini," ujar Iwan.
Sementara, Kapolsek Kota Banyuwangi AKP Watiyo, bersama sejumlah anggotanya langsung datang ke lokasi kejadian untuk melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP). Sekitar pukul 07.00 WIB ambulance datang dan membawa jasad korban ke RSUD Blambangan untuk di visum.
"Kita masih meminta keterangan dari sejumlah saksi, " ujar Kapolsek di lokasi Kejadian. (bdh/bdh)











































