Bensin di Kediri Langka

Bensin di Kediri Langka

- detikNews
Jumat, 03 Okt 2008 11:21 WIB
Bensin di Kediri Langka
Kediri - Memasuki H+2 lebaran masyarakat Kediri dipusingkan dengan langkanya keberadaan BBM, terutama jenis bensin. Akibatnya, SPBU yang masih memiliki persediaan bensin langsung diserbu masyarakat, yang berimbas pada terjadinya antrean panjang.

Pantauan detiksurabaya.com di sejumlah SPBU, kelangkaan BBM jenis bensin ditandai
dengan dipasangnya tulisan "bensin habis" oleh pengelola SPBU. Aktifitas kerja di
SPBU juga tampak sepi, dengan tidak adanya satupun pegawai yang tampak.

Sementara di SPBU di Desa Pagu, Kecamatan Pagu, salah satu lokasi yang masih memiliki stok bensin menjadi sasaran masyarakat. Akibatnya antrean panjang mencari BBM tak dapat dihindarkan.

Sutrisno (29), salah satu pegawai di SPBU di Desa Pagu menungungkapkan, tempatnya
bekerja memang masih memiliki BBM karena memang dalam kondisi normal selalu sepi.

"Ya ini kebetulan saja lebaran, jadinya tempat kami ramai. Apalagi di sini kan
satu-satunya jalur alternatif menuju Surabaya," kata Sutrisno, Jumat (3/10/2008).

Ketika ditanya mengenai kelangkanaan yang terjadi, Sutrisno mengaku hal ini akibat
tersendatnya pengiriman dari Pertamina. Dia memperkirakan, banyaknya sopir angkutan
BBM yang libur saat lebaran menjadi penyebabnya.

"Ini saja sisa pengiriman sejak sehari sebelum lebaran kemarin. Katanya memang
lebaran nanti ada keterlambatan pengiriman, karena sopirnya juga perlu berlebaran,"
ungkap Sutrisno.

Sutrisno juga mengatakan, meski tempatnya bekerja merupakan salah satu lokasi yang
memiliki pasokan BBM dan menjadi sasaran serbu masyarakat, pihaknya enggan melakukan pembatasan pembelian.

"Kasihan Mas, masyarakat yang saat ini beli kan kebanyakan jarak jauh semua. Ya
nanti kalau stoknya habis, kita tutup saja," ujarnya singkat.

Secara terpisah Misbachrun Munir (28), salah satu masyarakat yang ikut mengantre BBM
mengaku sangat kecewa dengan terjadinya kelangkaan BBM tepat disaat lebaran.

Menurutnya, hal ini tak sama dengan iklan Pertamina di sejumlah media, yang mengaku
akan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

"Kalau begini bagaimana bisa disebut layanan terbaik. Kita sekarang kan lagi butuh-butuhnya bensin untuk bisa tetap bersilaturahmi ke kerabat," ujarnya dengan
nada kesal.
(gik/gik)
Berita Terkait