Salat Idul Fitri Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah itu, dipimpin Kiai Mustakim. Dalam khutbahnya, Kiai Mustakim meminta jamaah tarekat ini tidak mempersoalkan perbedaan hari Idul Fitri dengan pemerintah.
"Sudah sekian lama kita sering berbeda dalam melakukan salat Idul Fitri. Jangan sampai ini menjadi masalah, karena semua pihak juga punya dasar masing-masing," kata Kiai Mustakim di depan para jamaah yang meluber hingga di jalan-jalan desa.
Salah satu pengurus Tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah KH Nasukhah Anwar menyatakan perbedaan hari lebaran ini, disebabkan perbedaan awal puasa. Jamaah ini mengawali puasa pada Selasa (2/9/2008) lalu.
Untuk menetapkan akhir bulan puasa dan awal bulan Syawal, organisasi ini juga melakukan rukyat sendiri di Gresik dan Lamongan. Namun gagal melihat bulan, sehingga menggenapkan bulan Ramadan menjadi 30 hari.
"Tim rukyat kami tidak melihat adanya hilal di Gresik maupun Lamongan. Sehingga kami
istikmalkan jumlah bulan Ramadan ini menjadi 30 hari. Sehingga hari lebaran juga
berbeda dengan pemerintah," jelas Nasukhah.
(bdh/bdh)










































