Sehari menjelang lebaran, puluhan kendaraan ber plat nomor luar daerah memadati tepian pantai yang sudah rusak dan tak terurus tersebut.
Luasnya lahan parkir yang teduh oleh pepohonan, membuat pemudik berteduh sambil menikmati hidangan di warung-warung makanan dan minuman. Sebagian besar dari mereka juga bermain air di lepas pantai yang ombaknya tak tinggi.
Patut diketahui, pantai ini di medio 1970-an merupakan obyek wisata andalan Kabupaten Tuban. Karena abrasi dan tak terurus, akhirnya sejumlah bangunannya runtuh terkikis air laut. Bahkan, hingga kinipun pantai sejarak 7 Km dari pusat kota ini dilupakan Pemkab Tuban.
Sejumlah pemudik yang melepas lelah di Tasikharjo yang ditemui detikSurabaya.com menyatakan, rata-rata mereka singgah sejenak di pantai ini sekadar melepas lelah. Selain juga, memberi kesempatan kepada anak-anak mereka bermain pasir dan mandi di pantai.
"Kita hanya singgah satu dua jam untuk melepas lelah, biar anak-anak tidak jenuh di dalam mobil. Lihat itu anak-anak saya kelihatan senang, bahkan tak mau diajak meneruskan perjalanan," kata Ny Siti Asmik (38) pemudik dari Jakarta asal Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, Selasa (30/9/2008) siang.
Hal senada diungkapkan, Supriyo (51), pemudik asal Bangil, Kabupaten Pasuruan. Pengusaha kain di kawasan Tanah Abang, Jakarta ini sudah kali ketiga singgah di Pantai Tasikharjo disaat mudik lebaran bersama istri dan tiga anaknya.
"Menurut saya Pemda Tuban ini bodoh, ada potensi pantai seperti ini dibiarkan. Padahal sangat bagus jika dikelola secara professional," ungkapnya diamini istrinya.
Sementara, pantauan detiksurabaya.com di sepanjang jalur Pantura Tuban, Jawa Timur, kondisi lalu lintas relatif sepi. Arus kendaraan pemudik yang diperkirakan membludak, ternyata tak terbukti. Meski banyak kendaraan bernopol luar daerah, namun kondisinya tak seramai hari-hari biasa.
Kendati begitu, aparat polisi tetap bersiaga di sepanjang jalan utama lintasan pemudik dari Jakarta menuju wilayah Jawa Timur melalui Pantura Tuban. Hingga H-1 pukul 15.00 WIB tak ada kejadian menonjol di Jalur Pantura Tuban.
"Semoga saja kondisinya aman sehingga para pemudik tenang melakukan perjalanan. Harapan kami tak ada insiden selama musim mudik dan balik lebaran," ungkap Kasat Lantas AKP Atim Mardiono kepada wartawan di Pos Pantau arus mudik di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Tuban. (bdh/bdh)










































