Jelang Lebaran, Minah di Kampung SBY Menghilang

Jelang Lebaran, Minah di Kampung SBY Menghilang

- detikNews
Selasa, 30 Sep 2008 16:12 WIB
Jelang Lebaran, Minah di Kampung SBY Menghilang
Pacitan - Sehari menjelang lebaran, minyak tanah di Pacitan langka. Akibatnya banyak pembeli terpaksa pulang dengan jeriken kosong di tangan. Bukan itu saja sejumlah pemilik usaha warung makan mengeluh tak dapat beroperasi.

"Saya sudah empat hari tidak membuka warung. Habis gimana lagi, wong yang buat masak tidak ada," keluh Sri Utami (40) pemilik warung makan di Jalan Kolonel Sugiyono, Pucangsewu (Selasa, 30/9/2008).

Wanita yang sudah 15 tahun menekuni bisnis kuliner ini menuturkan, kelangkaan minyak tanah memang sering terjadi. Terutama menjelang hari-hari besar keagamaan. Tapi, kali ini bahan bakar yang diandalkan untuk memasak tersebut benar-benar raib dari pasaran.

Tentu saja, dia melakukan pencarian hingga ke wilayah kelurahan lain. Namun hasilnya tetap saja nihil. Kondisi tersebut memaksanya bergeser menggunakan kompor gas untuk memasak, meski diakui pengeluarannya jauh lebih besar dibanding menggunakan minyak tanah.

Apalagi lebaran tinggal sehari lagi. Itu artinya dia harus memasak banyak jenis makanan untuk persiapan hari yang fitri.

Padahal harga elpiji di pasaran Pacitan mencapai 87 ribu rupiah per tabung kapasitas 12 kilogram. Sedangkan minyak tanah per liternya hanya seharga Rp 3.300.

"Sebenarnya pingin pakai kayu bakar, tapi harga kayu bakar juga mahal," lanjut Sri.

Setiawan, salah seorang pengelola agen minyak tanah di Arjowinangun, Pacitan membenarkan terjadinya kelangkaan tersebut. Namun demikian, kata dia hal tersebut hanya terjadi di wilayah kecamatan kota. Penyebabnya diduga karena meningkatnya permintaan seiring banyaknya pemudik yang datang.

"Kalau soal distribusi selama ini tidak ada masalah. Ini karena tidak seimbangnya supply and demand," ujar pengusaha kelahiran Yogyakarta itu dihubungi kepada detiksurabaya.com.

Lebih lanjut Setiawan menjelaskan selama ini ditribusi minyak tanah di Kabupaten Pacitan dilayani dua agen. Masing-masing mendapat kuota 150 ribu liter per hari. (bdh/bdh)
Berita Terkait