Gito (47), warga Desa Genggong Kecamatan Jogorogo, Ngawi mengaku mengantre di SPBU Jogorogo sejak sebalum subuh. Namun hingga siang, dia belum juga mendapatkan jatah premium yang akan dijual lagi.
"Saya Ngantre sejak subuh. Bahkan sampai sekarang belum dapat, sudah mau habis lagi," gerutu Gito.
Antrean seperti ini kata Gito tidak seperti biasanya. Dan baru terjadi hari ini karena banyaknya pemudik pulang kampung. Bahkan menurutnya, hampir semua SPBU diserbu para pemudik yang menggunakan motor maupun mobil.
Sementara, Nur (50) pengawas SPBU Kecamatan Jogorogo kepada detiksurabaya.com, Selasa (30/9/2008) mengatakan, antrean ini dikarenakan stok pengiriman dari Pertamina terlambat.
Bahkan keterlambatan pengiriman hingga 5 - 6 jam, sehingga pada Senin (29/9/2008) kemarin SPBU mengalami kekosongan satu hari.
"Kita kemarin sudah telepon Pertamina Madiun order mulai siang baru dikirim jam 4 pagi," jelas Nur.
Dari pengamatan detiksurabaya.com, antrean ratusan motor serta mobil memanjang hingga hampir 50 meter. Bahkan warga pengecer premium pun ikut mengantre dengan cara menaruh jerigen memanjang hingga 30 meter.
Dari data SPBU Kecamatan Jogorogo setiap harinya mendapatkan pasokan BBM jenis premium sebanyak 16 ribu liter, dan solar 8 ribu liter. BBM ini setiap harinya digunakan untuk melayani kebutuhan warga di wilayah Kecamatan Jogorogo. (bdh/bdh)











































