Sebagian Nahdliyin Kediri Lebaran

Sebagian Nahdliyin Kediri Lebaran

- detikNews
Selasa, 30 Sep 2008 08:44 WIB
Sebagian Nahdliyin Kediri Lebaran
Kediri - Sebagian warga Nahdhliyin di Kediri pagi ini sudah menggelar Salat Id. Mereka memutuskan melaksanakan Salat Id ini dengan dasar hadist nabi, Selasa (30/9/2008). Pilihan ini tentunya berseberangan dengan keputusan PBNU yang menetapkan Idul Fitri jatuh 1 Oktober.

Pantauan detiksurabaya.com, beberapa kantong warga nahdhliyin yang telah melaksanakan ibadah salat id antara lain di Pondok Pesantren Maesan, di Desa Kemayan, Kecamatan Mojo, serta 1200 jama'ah Masjid Al Muthohar, di Dusun Bogo, Desa Bulu Semen, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, dengan Imam dan Khatib KH.Toha Machin.

Ibnu (26) salah satu takmir Masjid Al Muthohar saat dikonfirmasi mengaku, keputusan menggelar Sholad Id di hari ini dilakukan berdasarkan anjuran dari Pondok Pesantren Maesan. "Kebetulan Pak Kyai Zainudin Basyari sering mengisi pengajian di sini, jadi kami ya mengikuti apa instruksinya," kata Ibnu kepada detiksurabaya.com saat ditemui di rumahnya seusai Salat Id.

Ibnu menambahkan, Pondok Pesantren Maesan memberikan anjuran agar Salat Id digelar hari ini, tidak menggunakan dasar rukyatul hilal atau metode hisab, melainkan dengan menggunakan hadist Nabi Muhammad SAW.

"Nabi dulu dari 9 kali Solat Id, hanya 1 kali yang puasanya genap 30 hari. 8 diantaranya selalu berpuasa selama 29 hari, dan itu sudah sangat kuat," ujar Ibnu.

Ibnu juga mengatakan, dia mengaku apa yang dilakukan di daerahnya memang bertentangan dengan keputusan PBNU. Namun dia berharap hal tersebut tidak menimbulkan perpecahan.

"Perbedaan kan harusnya merupakan hal yang biasa. Dan apa yang kami putuskan hari ini, saya pikir ini baik dan semoga tidak menjadi perdebatan," tegasnya.
(gik/gik)
Berita Terkait