Pelaksanaan salat Idul Fitri ketiga ormas Islam itu, dilakukan di dua tempat berbeda. Jamaah Anshoru Tauhid dan FPPU menggelar salat di Lapangan Desa Gedeg,Kecamatan Gedeg. Sedang HTI bersalat di halaman GOR Majapahit, di jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto.
Pelaksanaan salat id ketiga ormas itu, dimulai sekitar pukul 06.15 WIB. Di Lapangan Desa Gedeg, salat id yang digelar Jamaah Anshoru Tauhid dan FPPU diikuti sekitar 150 orang dari berbagai kecamatan di Mojokerto serta pinggiran Sidoarjo dan Jombang.
Sedang salat id yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia, diikuti sekitar 250 orang, yang mayoritas perempuan dan pemuda. "Salat id ini karena kami mengikuti keputusan rukyat internasional," kata anggota HTI, Indra Gunawan.
Hal yang sama juga diungkapkan Amir Daerah Jamaah Anshoru Tauhid Kabupaten Mojokerto, Muhammad Yusuf Nuhun. Menurut pria kelahiran Flores, Nusa Tenggara Timur itu, salat id dilakukan karena ijtimak atau kesepakatan bersama.
Setelah melakukan salat, para anggota Jamaah Anshoru Tauhid dan FPPU, saling berhalal bi halal di Lapangan Desa Gedeg. Kondisi yang sama juga dilakukan anggota Hizbut Tahrir Indonesia, yang saling bermaafan usai salat. (gik/gik)










































