Sapi yang mayoritas betina itu ditemukan nyaris membusuk oleh warga di 3 desa di Kecamatan Camplong, Sampang. Mereka yakni warga Desa Banjar Talelah, Desa Tadden dan Desa Darma Camplong.
Sementara Kapolsek Camplong, AKP Subagiono membenarkan jika warga nelayan menemukan sapi terdampar dalam keadaan mati.
"Sapi-sapi yang mati terdampar itu belum diketahui asalnya dari mana. Apakah diangkut perahu lalu tenggelam atau dibuang karena kelebihan muatan," kata Subagiono kepada wartawan di kantornya, Jalan Raya Camplong, Sampang, Senin (29/9/2008).
Dia mengaku akan mencari tahu dari mana asal sapi tersebut. Sebab, selama ini belum ada laporan atau informasi kapal maupun perahu yang tenggelam dengan muatan sapi.
Salah seorang warga Desa Darma Camplong, Sampang, Mat Saleh (43) mengaku ada 19 sapi yang ditemukan tewas oleh warga. Sedangkan 6 lainnya dalam keadaan hidup.
"Ke-6 sapi yang hidup itu, 4 diantaranya ditemukan warga Pulau Mandangin, dan 2 lainnya ditemukan warga Desa Banjar Talelah dan warga Desa Darma Camplong," kata Saleh kepada detiksurabaya.com saat dihubungi.
Sapi yang nyaris membusuk tersebut kini mulai dievakuasi oleh warga agar tidak mengotori laut yang menjadi tempat mata pencaharian warga Kecamatan Camplong, Sampang.
Bila dibiarkan, maka bangkai sapi akan mengeluarkan bau dan akan terasa hingga pemukiman penduduk yang berjarak 0,5 kilometer sampai 1 kilometer. (fat/fat)











































