Darno, pejabat pambuat komitmen Balai Pemeliharaan Jalan Pacitan kepada detiksurabaya.com, Minggu (28/9/2008) mengatakan, perangkat berupa wheel loader tersebut akan stand by selama 24 jam. Alat tersebut akan dioperasikan petugas piket tiap hari. Sementara untuk memudahkan komunikasi para petugas tersebut juga dilengkapi telepon genggam.
"Kemungkinan terjadi longsor sangat kecil karena sekarang musim kemarau. Tapi yang jelas semua persiapan sudah kita lakukan. Mudah-mudahan mudik lebaran lancar," kata Darno.
Upaya lain yang dilakukan untuk menjamin kenyamanan pengguna jalan selama mudik, lanjut Darno pihaknya juga menghentikan aktivitas proyek jalan. Ini meliputi jalan provinsi maupun jalan
nasional. Penghentian sementara tersebut berlaku mulai 26 September hingga 6 Oktober 2008.
Terkait kondisi jalan provinsi baik jalur Pacitan-Ponorogo maupun Pacitan-Trenggalek yang banyak berlubang, Darno menjelaskan pembenahan secara bertahap terus dilakukan. Harapannya, sebelum lebaran aspal yang bolong dapat ditutup semuanya.
"Untuk jalur Pacitan-Trenggalek sudah mulus. Tapi untuk jalur Pacitan-Ponorogo masih ada sebagian yang masih dikerjakan," pungkasnya. (bdh/bdh)











































