Dapat 'Parcel' Istimewa, Kamim Malah Pingsan

Dapat 'Parcel' Istimewa, Kamim Malah Pingsan

- detikNews
Sabtu, 27 Sep 2008 14:31 WIB
Dapat Parcel Istimewa, Kamim Malah Pingsan
Kediri - Tradisi menjelang Lebaran, biasanya kirim-kiriman parcel berisi makanan dan minuman. Namun parcel yang diterima Kamim (40) warga Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo, Kediri justru membuatnya pingsan.

Wajar bila Kamim pingsan, yang dia terima yakni parcel berupa bayi berjenis kelamin perempuan dan ditemukan sekitar pukul 01.30 WIB, Sabtu (27//2008). Bayi tersebut diletakkan dibungkus dengan pakaian lengkap dan perlak.

"Awalnya sempat takut, kok malam-malam ada suara bayi menangis. Nggak tahunya di depan rumah ada bayi lengkap dengan pakaiannya," kata Latifah (63), salah satu kerabat Kamim saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Sabtu (27/9/2008).

Usai mengetahui sesosok bayi mungil, Kamim yang kaget dan takut langsung pingsan. "Sampai sekarang masih lemas dan tiduran saja dia. Mungkin di kaget. Karena tiga hari sebelumnya kakaknya meninggal dunia," ujarnya.

Sejak Kamim pingsan, Latifah tak mengetahui kondisi sang bayi. Namun menurut keterangan beberapa tetanganya, bayi malang tersebut langsung diamankan petugas kepolisian dari Mapolsek Gampengrejo.

Tak ada yang mengetahui asal-usul bayi yang ditemukan di depan rumah saudaranya itu. Menurut Latifah, di sekitar rumahnya tidak ada wanita melahirkan. Diperkirakan bayi tersebut berasal dari luar desa tempat tinggalnya.

Saat ini bayi mungil tersebut mendapat perawatan intensif di Ruang ICU RS Bhayangkara Kota Kediri. Pihak rumah sakit saat ini masih berusaha keras
menyelamatkan nyawa sang bayi, sebab saat pertama kali ditemukan kondisinya drop karena terlalu dingin.

Secara terpisah Humas RS Bhayangkara Emi Pudjiharti mengungkapkan, setelah mendapat perawatan intensif selama hampir setengah hari, kondisi bayi berangsur-angsur mulai membaik.

"Alhamdulilah bayinya sudah mulai sehat. Hasil pemeriksaan sementara berat badannya 2,8 kg dan tingginya 49 cm," kata Emi.

Sementara pihaknya akan berkonsentrasi merawat sang bayi, sambil menunggu hasil kinerja aparat kepolisian dalam mencari orangtua bayi tersebut.

"Namun kalau sampai berlarut-larut tidak diketemukan juga orangtuanya, ya kami akan mencarikan orangtua asuh. Ini sudah seringkali kami lakukan dan selalu tidak ada masalah," ujarnya. (fat/fat)
Berita Terkait