Kondisi tersebut diungkapkan ketua umum Persik yang juga walikota Kediri, HA.Maschut, saat ditemui sebelum menunaikan ibadah sholat Jumat di Masjid Al Bina'i, Kompleks Balaikota Kediri, Jumat (26/9/2008).
"Dengan dana tujuh setengah miliar (rupiah), sangat berat untuk kami bisa bertahan. Mungkin dana tersebut hanya cukup sampai berakhirnya putaran pertama nanti," kata dia.
HA Maschut menambahkan, dengan kondisi ini bukan berarti tim yang dipimpinnya akan mengundurkan diri dari kompetisi. Namun dengan segala keterbatasan yang ada saat ini, pihaknya akan memprioritaskan pemain-pemain muda.
"Bukan tidak mungkin pemain U-23 akan kami kontrak, dan pemain bintang serta pemain asing akan kami lepas. Kondisi ini sangat sulit bagi kami," tegasnya.
Ketika ditanya adakah upaya lain yang bisa dilakukan manajemen guna menyelamatkan Persik, HA. Maschut menggeleng. Sulitnya mencari donatur dan sponsor diakuinya membuat manajemen menyerah.
"Berbagai cara kami lakukan agar Gudang Garam bersedia mensponsori, tapi hingga saat ini justru tanda-tanda mereka bersedia menjadi sponsor sepertinya sudah lenyap," ujarnya.
Meski demikian HA.Maschut masih berharap ada donatur dan pihak sponsor yang bersedia menyuntikkan dana segar, agar Persik sebisa mungkin dapat dipertahankan dalam upayanya merebut gelar juara ISL 2008.
"Sebelum semua menjadi kenyataan, tentu akan ada rapat evaluasi di manajemen. Dalam rentang waktu itulah, kami masih berharap ada angin segar bagi kami," ungkap HA.Maschut.
Dengan kondisi sulit yang saat ini dialami timnya, HA. Maschut meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kota Kediri dan pecinta Persik lainnya. Diakuinya, manajemen sudah terlalu sulit untuk bisa mempertahankan "Macan Putih" dengan segala keterbatasan yang ada saat ini. (bdh/bdh)











































